- Home
-
- Luar Negeri
-
- Di Sidang Umum PBB, Indone...
Di Sidang Umum PBB, Indonesia akan Suarakan Soal Pentingnya Ketahanan Global
Kamis, 24 Sep 2026, 08:50 WIBJAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono akan menyampaikan pesan Indonesia tentang pentingnya membangun ketahanan global dalam pernyataan nasional (national statement)Â pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, AS, Sabtu (26/9) mendatang.
"National statement Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat," kata Menlu Sugiono dalam pernyataan video yang dikirim dari New York, Rabu (23/9).
Sugiono menjelaskan di tengah situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian, membangun ketahanan bersama menjadi langkah krusial untuk mengatasi berbagai tantangan global di berbagai sektor.
Selain soal ketahanan, Indonesia juga akan menyampaikan pandangan strategis terkait perdamaian dan keamanan internasional, isu Palestina, penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran negara-negara Global South.
Di sela-sela rangkaian Sidang Umum PBB, Menlu Sugiono telah menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan bilateral.
Salah satunya adalah Pertemuan Tingkat Menteri Group of 8 Arab and Islamic Countries yang beranggotakan Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama para menlu adalah memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
âIni berarti terus mendorong gencatan senjata permanen, memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta mempercepat pemulihan dan rekonstruksi Gaza," ujar Sugiono.
Masih terkait isu Palestina, Sugiono turut menghadiri pertemuan âThe Road Ahead: One Year After the New York Declarationâ untuk membahas langkah konkret implementasi Solusi Dua Negara.
Ia menekankan bahwa peta jalan yang telah disusun tahun lalu kini harus direalisasikan dalam bentuk aksi nyata.
MIKTA dan kemitraan antarkawasan
Indonesia juga berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri MIKTA.
Dalam forum yang dipimpin Australia selaku Ketua MIKTA tahun ini, para menlu bertukar pandangan mengenai dinamika multilateralisme dan peran kekuatan menengah (middle powers).
Sugiono menyampaikan bahwa MIKTA harus mampu menjadi jembatan di tengah perbedaan kekuatan global serta menjadi pendorong kerja sama konkret antarbangsa.
Selain MIKTA, Indonesia juga hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEANâPacific Alliance bersama Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile.
Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kemitraan antarkawasan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan pengembangan kota pintar (smart cities).
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Menlu Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai presiden Majelis Umum PBB untuk masa sidang kali ini, menggantikan mantan menlu Jerman Annalena Baerbock.
Sesi kali ini mengusung tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Surabaya Pastikan Layanan Kesehatan dan Darurat Tetap Buka Selama Libur Lebaran 2026
-
Zverev Lolos Susah Payah, Halys Menanti
-
Menlu RI-AS Sepakat Kuatkan Kemitraan Strategis di Berbagai Bidang
-
Panen Petani Aceh Tak Lagi Mubazir, Bulog Siapkan Gudang Raksasa!
-
Rumah Produksi IKM Berstandar Ekspor di Pangkalpinang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.