Harga Ikan Naik, Telur Ayam Jadi Alternatif Lauk Favorit Warga Gorontalo.
Rabu, 26 Agu 2026, 11:25 WIBTelur ayam menjadi salah satu alternatif lauk yang diminati masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan di Gorontalo.
Syarifah, warga Gorontalo, Selasa, mengatakan telur cukup sering dibeli untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga, terutama ketika harga ikan mengalami kenaikan.
âTelur bisa jadi lauk sehari-hari. Mudah dimasak dan bisa diolah macam-macam, bisa jadi pilihan ketika ikan mahal,â kata Syarifah.
Menurut dia, kondisi harga pangan yang berubah membuat masyarakat perlu lebih cermat mengatur belanja agar pengeluaran tetap sesuai kemampuan.
Ia mengatakan telur dapat menjadi lauk utama maupun dipadukan dengan bahan pangan lain sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Syarifah tetap membeli telur meskipun harganya mengalami kenaikan dengan menyesuaikan jumlah pembelian berdasarkan kemampuan belanja.
âKalau harga naik, paling jumlah belinya yang disesuaikan. Yang penting kebutuhan makan keluarga tetap terpenuhi,â ujarnya.
Warga lainnya, Fatima, mengatakan telur termasuk bahan pangan yang masih dipertahankan dalam belanja rumah tangga karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.
âKalau untuk lauk, telur masih sering dibeli karena mudah diolah. Bisa digoreng, direbus atau dicampur dengan bahan lain,â ujar Fatima.
Ia mengatakan kenaikan harga pangan membuat masyarakat perlu menentukan prioritas dalam berbelanja, termasuk menyesuaikan jumlah bahan makanan dengan kebutuhan keluarga.
Fatima berharap harga telur dan kebutuhan pangan lainnya tetap terjangkau sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan makan sehari-hari tanpa menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Tingginya permintaan dorong kenaikan harga telur di Gorontalo
 Tingginya permintaan telur ayam untuk kebutuhan tradisi keagamaan mendorong kenaikan harga komoditas tersebut di Gorontalo.
Pedagang telur pada Lapak Aisyah di Gorontalo, Putri Hasan, Selasa, mengatakan harga telur campur kini mencapai Rp56 ribu per bak, dari sebelumnya Rp41 ribu hingga Rp50 ribu per bak.
âKalau ada acara keagamaan, penjualan bisa sampai 400 bak per hari. Kalau hari biasa sekitar 50 sampai 80 bak,â kata Putri.
Menurut dia, lonjakan permintaan terjadi terutama saat pelaksanaan tradisi walima dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gorontalo yang biasa dilaksanakan dalam jangka 25-31 September.
Telur campur merupakan telur ayam yang dalam satu baknya terdiri atas berbagai ukuran dan tidak disortir berdasarkan keseragaman ukuran.
Putri mengatakan telur campur banyak dibeli pedagang untuk dijual kembali, karena dapat disortir dan dipasarkan dengan harga berbeda sesuai ukurannya.
âBiasanya pedagang mengambil 50 sampai 100 bak. Kalau telur campur lebih menguntungkan karena bisa dijual kembali sesuai ukurannya,â ujarnya.
Menurut Putri, peningkatan permintaan dalam jumlah besar pada momentum tertentu turut memengaruhi harga karena pasokan tidak dapat langsung menyesuaikan dengan lonjakan kebutuhan.
Lapak Aisyah memasok telur ayam lokal secara partai dan eceran, dengan harga yang mengacu pada harga di tingkat kandang.
Sebagian pasokan berasal dari kandang milik sendiri di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo.
Distribusi telur juga dilakukan di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kota Gorontalo dengan dukungan lima unit kendaraan canvass.
Putri memperkirakan harga telur masih berpotensi naik menjelang akhir tahun jika permintaan kembali meningkat.
Ia mengatakan ketersediaan pasokan perlu dijaga, agar peningkatan permintaan tidak semakin mendorong kenaikan harga telur di tingkat perdagangan.
- harga ikan naik di Gorontalo
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.