• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perkuat Budaya K3 dan Ener...

Perkuat Budaya K3 dan Energi Berkelanjutan, Perusahaan Ini Raih Empat Penghargaan IQSA Awards 2026

Senin, 31 Agu 2026, 12:23 WIB

JAKARTA – PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) meraih empat penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada hari Jumat (28/8/2026).

Empat penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas penerapan sistem quality, health, safety, and environment (QHSE) yang terintegrasi dalam kegiatan operasional perusahaan. Penghargaan yang diterima HBAP mencakup The Best QHSE Safety Culture and Company Concerned 2026, The Best QHSE Sustainable Energy 2026, dan The Best QHSE in Digital Innovation 2026. Penghargaan juga diberikan kepada Wakil Direktur Utama HBAP, Dody Arsadian, yang meraih kategori The Best QHSE Leadership Excellence 2026.

Ket. Foto: Manajemen PT Huadian Bukit Asam Power menerima empat penghargaan IQSA Awards 2026 atas penerapan QHSE. Perusahaan ini dinilai telah menerapkan budaya keselamatan, energi berkelanjutan, dan inovasi digital. — Sumber: Huadian Bukit Asam Power

Keempat kategori tersebut mencerminkan sejumlah aspek penerapan QHSE di HBAP, mulai dari pembangunan budaya keselamatan, pengelolaan energi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, hingga peran kepemimpinan dalam memastikan penerapan QHSE berjalan dalam aktivitas perusahaan.

HBAP merupakan perusahaan patungan antara China Huadian Hongkong Company Limited (CHDHK) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dengan komposisi kepemilikan masing-masing 55 persen dan 45 persen. Perusahaan memiliki visi menjadi penyedia tenaga listrik kelas dunia yang terpercaya dengan mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan.

QHSE Menjadi Bagian dari Agenda Keberlanjutan

Bagi HBAP, keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai agenda yang terpisah dari kegiatan operasional. Perusahaan mengintegrasikan aspek lingkungan, keselamatan, kesehatan, mutu, serta efisiensi sumber daya ke dalam proses bisnis.

Konsep industri hijau diterapkan melalui berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan energi, mengurangi emisi, serta menekan dampak lingkungan dari aktivitas pembangkitan listrik.

Komitmen terhadap pengelolaan emisi juga dilakukan dengan mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah mengenai pajak karbon dan perdagangan karbon. HBAP telah melakukan perhitungan emisi karbon dan melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode 2024 dan 2025.

Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan lembaga validasi dan verifikasi sebagai bagian dari upaya memastikan data emisi dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan efisiensi energi antara lain terlihat di PLTU Muara Enim (MT) Sumsel-8. Pembangkit tersebut menggunakan teknologi boiler supercritical yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses konversi batu bara menjadi energi listrik.

Teknologi supercritical memungkinkan pembangkit beroperasi pada kondisi suhu dan tekanan yang lebih tinggi sehingga proses pembangkitan dapat menghasilkan energi lebih besar dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Efisiensi penggunaan bahan bakar tersebut berpotensi menekan konsumsi batu bara sekaligus mendukung pengendalian biaya operasional dan dampak lingkungan.

PLTU MT Sumsel-8 juga dilengkapi Flue Gas Desulfurization (FGD) yang berfungsi mengurangi emisi sulfur dioksida () dari proses pembakaran batu bara. Teknologi ini menjadi salah satu bagian dari sistem pengendalian emisi untuk menjaga kualitas udara di sekitar wilayah operasional.

Memanfaatkan Energi Surya

Langkah menuju operasional yang lebih efisien juga dilakukan HBAP melalui pemanfaatan energi surya di sejumlah area perusahaan. Perusahaan ini mengembangkan PLTS kanopi parkir mobil di kantor site dengan kapasitas 162,25 kWp. Selain itu, perusahaan memanfaatkan PLTS di area ash yard dengan kapasitas 47.600 kWh serta memasang penerangan jalan umum bertenaga surya dengan kapasitas total 150 Wp.

Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi bagian dari diversifikasi sumber energi sekaligus upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan operasional. Agenda keberlanjutan HBAP juga mencakup pengelolaan limbah hasil pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA).

Material tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan jamban sehat di Desa Tanjung Lalang. FABA juga digunakan sebagai bahan dasar paving block yang dipasang di halaman SD 16 Tanjung Lalang. Pemanfaatan kembali abu limbah pembakaran itu tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Membangun Sistem QHSE Terintegrasi

Dalam menjalankan kegiatan usaha, HBAP menerapkan prinsip keberlanjutan melalui Sistem Manajemen Ketenagalistrikan (SMK2) serta sistem manajemen mutu, kesehatan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan. Sistem tersebut diterapkan di seluruh wilayah operasional perusahaan, termasuk oleh direktorat, kontraktor, subkontraktor, serta pihak pendukung lainnya.

Kerangka Sistem Manajemen Terintegrasi HBAP mencakup sejumlah aspek, antara lain kepatuhan terhadap regulasi, kode etik, budaya perusahaan, good corporate governance (GCG), dan manajemen risiko.

Penerapan sistem tersebut diarahkan untuk menjaga kepuasan pelanggan, menghilangkan bahaya dan mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mencegah kecelakaan serta penyakit akibat kerja, dan mencegah pencemaran lingkungan.

HBAP juga menempatkan karyawan dan perwakilannya sebagai bagian dari proses pengembangan, penerapan, serta evaluasi sistem manajemen. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan budaya QHSE tidak hanya mengandalkan instruksi dari manajemen, tetapi juga melibatkan pekerja dalam penerapannya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penyediaan sumber daya, evaluasi berkala, inovasi rendah karbon, dan peningkatan berkelanjutan. Sistem manajemen juga diarahkan untuk memastikan instalasi tenaga listrik beroperasi secara andal, aman, dan memperhatikan aspek lingkungan.

Keselamatan Dibangun dari Aktivitas Harian

Penerapan budaya keselamatan di HBAP dilakukan melalui berbagai program yang menyasar perilaku dan kesadaran pekerja dalam aktivitas sehari-hari.

Sejumlah program yang dijalankan antara lain Safety Campaign, Emergency Response Simulation, Health Campaign, Daily Toolbox Meeting, Daily Safety Meeting, Daily Inspection, Well-being Program, dan Mental Health Awareness Program.

Perusahaan juga menyediakan HBAP Health Clinic sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan pekerja. Rangkaian program tersebut menunjukkan pendekatan keselamatan yang dilakukan secara rutin. Toolbox meeting sebelum pekerjaan, inspeksi harian, simulasi kondisi darurat, serta kampanye kesehatan menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan kerja yang aman.

Pendekatan tersebut juga membantu menjadikan QHSE sebagai bagian dari proses operasional, bukan hanya prosedur yang diterapkan ketika terjadi insiden.

Teknologi Digital Perkuat Pemantauan

Selain budaya keselamatan dan efisiensi energi, HBAP memanfaatkan transformasi digital untuk memperkuat penerapan QHSE. Perusahaan mengembangkan Continuous Emission Management System dan Real Time Plant Monitoring sebagai bagian dari transformasi digital serta inovasi di bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Sistem tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh informasi mengenai kondisi operasional dan lingkungan secara lebih cepat. Dalam kegiatan pembangkitan listrik, pemantauan secara real-time dapat mendukung pengambilan keputusan, menjaga keandalan instalasi, sekaligus membantu mengantisipasi potensi gangguan. Penerapan teknologi digital juga melengkapi sistem QHSE yang telah dibangun melalui prosedur, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya keselamatan.

Perolehan empat penghargaan dalam IQSA Awards 2026 menunjukkan berbagai aspek tersebut menjadi bagian dari pendekatan HBAP dalam mengelola kegiatan operasional. Mulai dari keselamatan pekerja, efisiensi energi, pengendalian lingkungan, pemanfaatan teknologi, hingga kepemimpinan, seluruhnya diarahkan untuk mendukung keberlanjutan operasional pembangkit listrik.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.