Menjaga Toleransi di Tengah Ketegangan, Gugun Gumilar Dorong Semangat Kebersamaan
Selasa, 22 Sep 2026, 11:06 WIBTANGERANG â Di tengah situasi yang memanas setelah insiden pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (20/9), semangat toleransi dan kebersamaan kembali menjadi perhatian. Di tengah persoalan tersebut, Gugun Gumilar memilih hadir langsung dan mendorong penyelesaian melalui dialog serta pendekatan yang mengedepankan kerukunan.
Sikap Gugun mendapat apresiasi dari Founder sekaligus Ketua Dewan Pembina Diwa Foundation, Diah Warih Anjari atau Diwa. Ia menilai langkah Gugun menunjukkan kepedulian sekaligus keberanian untuk ikut menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
Menurut Diwa, kehadiran Gugun di tengah situasi yang sensitif bukan sekadar tindakan spontan. Lebih dari itu, langkah tersebut dinilai mencerminkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga persatuan dan mencari penyelesaian secara damai.
âJelas ini kesungguhan, keberanian, dan niat yang luar biasa dari sosok Gugun Gumilar menjaga toleransi di Tanah Air ini. Ini harus mendapatkan penghargaan,â tegas Diwa.
Ia menilai keberanian dalam menjaga toleransi tidak semata-mata diukur dari keberanian berada di tengah situasi yang memanas. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk membuka ruang komunikasi, mendengarkan berbagai pihak, dan mendorong penyelesaian yang tidak memperlebar perbedaan.
âApabila Presiden mendengar kisah heroik ini, pasti Gugun akan dipanggil dan diberikan penghargaan dari pemerintah,â ujar Diwa.
Diwa mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang bersedia mengambil peran ketika persatuan dan kerukunan menghadapi tantangan.
Menurut dia, Gugun dapat menjadi contoh bahwa menjaga toleransi bukan hanya persoalan menyampaikan pesan tentang keberagaman. Toleransi juga membutuhkan keberanian untuk hadir, membangun komunikasi, serta ikut mencari jalan keluar ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat.
âTokoh muda semacam Gugun Gumilar ini bisa menjadi teladan yang baik menjaga persatuan dan kesatuan umat, bangsa dan negara,â kata Diwa.
Ia berharap kepedulian terhadap persatuan dan kehidupan kebangsaan tidak berhenti pada satu atau dua sosok. Sebaliknya, semakin banyak anak muda yang tergerak untuk mengambil peran dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.
âSaya berharap Gugun-Gugun yang lain yang berjuang untuk negaranya juga bisa tumbuh,â tuturnya.
Insiden di Mauk Sepatan menjadi pengingat bahwa toleransi tidak cukup berhenti sebagai slogan. Dalam masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan keyakinan yang beragam, perbedaan membutuhkan ruang dialog dan sikap saling menghormati.
Gugun sendiri dikenal sebagai tokoh muda yang aktif pada isu kebangsaan dan kerukunan. Diwa menyebut pendekatan yang dilakukan Gugun sebagai âjalan Ninjaâ, yakni bergerak ketika dibutuhkan dan hadir untuk membantu menjaga keseimbangan di tengah persoalan.
Bagi Diwa, sosok seperti Gugun penting dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Keberanian untuk menjaga toleransi, menurut dia, merupakan bagian dari upaya merawat persatuan Indonesia yang dibangun di atas keberagaman.
âDiwa Foundation memberikan apresiasi dan penghargaan tertinggi kepada anak bangsa yang selama ini menjaga betul toleransi beragama di Indonesia,â ujar Diwa.
Pada akhirnya, pesan yang ingin ditekankan adalah bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru di tengah keberagaman, sikap saling menghormati, kesediaan berdialog, dan kemauan menjaga kebersamaan menjadi semakin penting.
Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani hadir ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat. Bukan untuk memperbesar perbedaan, melainkan membuka ruang komunikasi dan mencari jalan menuju kerukunan.
Semangat itulah yang menjadi penting untuk terus dirawat: berbeda dalam keyakinan, tetapi tetap bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
- Indahnya Toleransi
- pembubaran ibadah
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal dan Kevin De Bruyne Jadi Starter
-
Program MBG Memerlukan Pasokan Protein Sesuai Jumlah Penerima Manfaat
-
Pascalebaran, Menpar Pastikan Kualitas Layanan Wisata di Bali Tetap Prima
-
Perbesar Dampak Ekonomi Sektor Pariwisata, Kemenpar Pastikan Setiap Rupiah Uang Negara Tepat Sasaran
-
Efisiensi Anggaran Berimbas: Hampir Lima Tahun Mengaspal, Trans Banyumas Mendadak Setop Operasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.