Festival Sangiang Api Dibidik Masuk KEN, Potensi Wisata Bahari Bima Makin Bersinar

Senin, 31 Agu 2026, 00:02 WIB

Bima- Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, membidik Festival Sangiang Api di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) guna memperluas promosi budaya sekaligus mengangkat potensi wisata bahari daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Muhamad Akbar mengatakan Festival Sangiang Api memiliki potensi menjadi agenda wisata unggulan karena memadukan atraksi budaya, tradisi bahari, sejarah, dan potensi wisata Pulau Sangiang.

Ket. Foto: Peserta mengikuti lomba sampan layar pada Festival Sangiang Api 2026 di perairan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/8). Lomba tersebut menempuh jarak sekitar 7 mil atau 12 kilometer dari wilayah Pulau Sangiang menuju Desa Sangiang di daratan sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi bahari. — Sumber: Antara

“Festival ini memiliki potensi. Pemerintah daerah akan terus mendorong dan mengupayakan agar ke depan Festival Sangiang Api dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN),” katanya saat membuka Festival Sangiang Api 2026, Minggu (30/8).

Menurut Akbar, untuk menjadikan festival tersebut sebagai kegiatan pariwisata berskala nasional diperlukan persiapan dan pengembangan secara konsisten, mulai dari penguatan konsep, atraksi budaya, kalender kegiatan, pengelolaan acara, hingga promosi.

“Tentunya diperlukan persiapan dan pengembangan yang konsisten agar festival ini semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang kuat,” ujarnya.

Salah satu atraksi utama Festival Sangiang Api adalah lomba sampan layar yang menjadi bagian dari tradisi bahari masyarakat setempat. Lomba tersebut menempuh jarak sekitar 7 mil atau 12 kilometer dari wilayah Pulau Sangiang menuju Desa Sangiang di daratan.

Puluhan sampan mengikuti lomba dengan mengambil garis start di Pulau Sangiang dan bergerak menuju Sangiang Darat. Atraksi tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan tradisi bahari yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Sangiang Arasid Imran berharap festival tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kami, Festival Sangiang Api ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata Sangiang, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Arasid mengatakan lomba sampan layar merupakan bagian dari identitas masyarakat pesisir Sangiang yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Festival Sangiang Api pertama kali digelar pada 2014 oleh kelompok pemuda yang menginisiasi lomba perahu layar di tingkat desa. Sejak 2018, kegiatan tersebut dikembangkan sebagai agenda tahunan dalam kalender kegiatan Kabupaten Bima.

Festival Sangiang Api 2026 dikemas dengan memadukan unsur budaya, wisata, sejarah, dan edukasi. Selain lomba sampan layar, rangkaian kegiatan meliputi lomba dayung sampan, pertunjukan seni dan budaya, pameran tenun khas Sangiang, demonstrasi pembuatan kapal tradisional, bazar UMKM, festival kuliner lokal, pertunjukan musik tradisional, serta kegiatan edukatif.

Menurut Arasid, festival tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah Pulau Sangiang, termasuk perjalanan masyarakat setelah erupsi Gunung Sangiang Api, budaya maritim, tradisi pembuatan kapal kayu, tenun khas Sangiang, dan cerita rakyat.

“Festival Sangiang Api bukan hanya tentang laut dan budaya, tetapi juga tentang sejarah dan kearifan lokal masyarakat Sangiang yang terus dijaga,” katanya.

Ia berharap pengembangan potensi budaya dan tradisi bahari dapat memperkuat karakter Festival Sangiang Api sekaligus meningkatkan daya tarik Pulau Sangiang sebagai destinasi wisata berbasis budaya, sejarah, dan bahari.

Dari sisi ekonomi, festival tersebut turut membuka ruang bagi pelaku UMKM, perajin tenun, pembuat kapal tradisional, pelaku kuliner, dan kelompok masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas pariwisata sehingga manfaat penyelenggaraan kegiatan dapat dirasakan lebih luas.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.