Pemkot Bima Memproyeksikan Perputaran Uang Festival Rimpu Mencapai Rp47 miliar
Rabu, 23 Apr 2025, 21:00 WIBMATARAM â Pemerintah Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) memproyeksikan nilai perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan Festival Rimpu mencapai Rp47 miliar.
"Tahun ini kami optimistis lebih besar. Hal itu dibuktikan dengan pelibatan pelaku ekonomi yang perluas dan produk yang ditampilkan lebih berkualitas juga banyak," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Natsir dalam keterangan di Mataram, Rabu (23/4).
Rimpu merupakan jilbab khas perempuan Bima yang sarat makna dan nilai-nilai sosial. Bagi masyarakat Bima, rimpu adalah simbol ekspresi perempuan yang responsif, mandiri, dan bermartabat.
Natsir menuturkan melalui Festival Rimpu, pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya masa lalu, tapi juga masa depan yang harus menjadi gaya hidup.
Dia menegaskan Festival Rimpu menjadi momentum etalase ekonomi untuk menggerakkan sektor ekonomi secara luas.
"Ini adalah strategi kolektif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kekuatan budaya lokal," kata Natsir.
Festival Rimpu bertajuk "The Jewel of Bima" dijadwalkan berlangsung di Lapangan Serasuba, Kota Bima, pada 24â26 April 2025 mendatang. Ajang itu melibatkan 70 pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dalam bazar yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Mereka menjual dan memamerkan 14 subsektor yang menjadi fokus pengembangan industri kreatif yang telah ditetapkan pemerintah hingga tahun 2025, seperti kerajinan tangan, kuliner, tenun, karya seni, arsitektur, desain, fesyen, video film, hingga fotografi.
"Aneka produk yang terlibat sudah diidentifikasi dan mendapat pengakuan dari tim kurasi. Produknya harus menampilkan identitas lokal dan kekhasan Bima atau suku Mbojo," pungkas Natsir.
- Kabupaten Bima
- Festival Rimpu
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.