Dana RT Rp250 Juta di Kutim Didorong Jadi Mesin Ekonomi Warga hingga 2029

Senin, 31 Agu 2026, 02:00 WIB

Sangatta, Kaltim - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengarahkan Dana RT (Rukun Tetangga) yang nilainya mencapai Rp250 juta per tahun per RT, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi seiring adanya enam desa yang baru mendapat pelayanan listrik 24 jam.

"Begitu listrik ada di rumah, peluang usaha pun langsung muncul, maka arahkan bantuan keuangan khusus desa Rp250 juta di setiap RT untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan dan mengentaskan kemiskinan," ujar Ardiansyah di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur, Ahad (30/8).

Ket. Foto: Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. — Sumber: Antara

Pemanfaatan Dana RT yang diintegrasikan dengan layanan listrik 24 jam ini antara lain bisa digunakan untuk pelatihan keterampilan dan pembinaan wirausaha baru yang membutuhkan aliran listrik seperti membuat maupun menjual es krim, membuat kue yang butuh oven listrik, dan lainnya.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp250 juta per RT tersebut dicairkan dalam dua tahap, yakni Rp100 juta pada anggaran murni dan selebihnya yang sebesar Rp150 juta pada anggaran perubahan.

Untuk itu, para ketua RT bersama pengurus maupun kelompok masyarakat harus melakukan musyawarah dan menyusun kegiatan maupun pelatihan kerja bagi warga berpenghasilan rendah, seperti pelatihan menjahit, perbengkelan, pengolahan makanan hingga berbagai kegiatan ekonomi lainnya.

Selain itu, Pemkab Kutim juga akan menyalurkan bantuan modal usaha melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang bersumber dari 50 program unggulan bupati dan wakil bupati pada anggaran perubahan tahun ini, sehingga setiap RT wajib melaksanakan minimal tiga kegiatan per tahun sesuai yang diatur dalam peraturan bupati.

Hal yang harus menjadi perhatian semua pihak, katanya, pastikan dulu mereka memiliki keterampilan supaya ada peluang untuk berusaha. Setelah punya keterampilan, modal usaha akan dikucurkan agar bermanfaat dan tepat sasaran.

"Keberadaan listrik masuk desa yang dikombinasikan dengan pelatihan dan permodalan ini, pemda menargetkan penurunan angka kemiskinan dimulai dari RT dalam kurun waktu lima tahun, menuju sasaran bebas kemiskinan di Kutai Timur pada 2029," katanya.

Sementara enam desa yang baru mendapat layanan listrik 24 jam tersebut berada di Kecamatan Sangkulirang. Peresmian operasional listrik dilakukan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026).

Sebanyak enam desa tersebut adalah Desa Saka, Pelawan, Mandu Dalam, Tepian Terap, Mandu Pantai Sejahtera, dan Desa Peridan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.