- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Pecat Menteri Pertah...
Korut Pecat Menteri Pertahanan
Senin, 31 Agu 2026, 02:52 WIBSEOUL â Kantor berita KCNA pada Minggu (30/8) melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Korea Utara (Korut) telah diberhentikan sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan militer negara itu.
âRencana reorganisasi strukÂtural itu diputuskan dalam sebuah pertemuan pada hari Sabtu (29/8) yang dipimpin oleh Kim Jong-un,â lapor KCNA.
âNo Kwang-chol tidak haÂnya dipecat sebagai menteri pertahanan tetapi juga diturunkan jabatannya dalam kepemimpinan partai yang berkuasa menjadi wakil direktur pertama Departemen Industri Amunisi,â kata KCNA.
Sebagai penggantinya, Kim Song-gi, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, diangkat sebagai menteri pertahanan yang baru.
Pejabat senior lainnya, penasihat pertahanan Pak Jong-chon, diberi posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat dan diangkat ke Biro Politik partai yang berkuasa. Beberapa promosi jabatan lainnya juga diumumkan.
Dalam laporan terpisah, KCNA mengatakan bahwa Kim Jong-un telah memuji para ilmuwan, peneliti, dan pejabat dalam sebuah upacara pada hari Sabtu atas kemajuan mereka dalam teknologi pertahanan, memberikan mereka penghargaan nasional tertinggi.
âPara penerima penghargaÂan tersebut memberikan kontribusi besar dalam menyelesaikan masalah ilmiah dan teknologi yang sangat penting dalam pengembangan sistem senjata tempur baru,â kata KCNA, tanpa menyebutkan jenis sistem senjatanya secara spesifik.
Sebuah foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim Jong-un menyematkan medali pada salah satu penerima penghargaan.
Pusat penelitian senjata Korut baru-baru ini mengembangkan teknologi eksklusif, yang harus dianggap sebagai peristiwa dalam memperkuat kemampuan untuk berperang, ungkap kantor berita itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Namun pada akhir Juni lalu, Kim Jong-un dilaporkan telah mengawasi pengujian peluncur roket ganda jarak jauh dan artileri baru. âDengan teknologi semacam itu, hal ini telah menunjukkan jalur perkembangan unik kemampuan militer dan teknologi Korut,â demikian pernyataan kantor berita itu.
Latihan Trilateral
Perombakan kepemimpinan ini terjadi tak lama setelah latihan gabungan tahunan antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) berakhir.
Latihan militer tersebut, yang secara rutin dikecam oleh Pyongyang sebagai persiapan invasi, dipantau secara ketat tahun ini setelah Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan agar latihan tersebut dipersingkat.
Trump mengkritik latihan militer tersebut sebagai tindakan provokatif terhadap Korut dan mengecam Seoul karena tidak mendukung perang yang dilancarkannya terhadap Iran.
Presiden AS juga memuji pemimpin Kim Jong-un, yang telah ia temui dua kali selama masa jabatan pertamanya, seraya mengincar pertemuan baru, yang berpotensi terjadi tahun ini.
Terlepas dari upaya penÂdeÂkatan Trump, Korut menunjukkan sedikit sinyal akan membalasnya, malah menembakkan misil dan mengecam latihan militer yang dipersingkat tersebut.
Pyongyang juga mengecam persetujuan Washington DC atas penjualan senjata ke Korsel dan rencana untuk mendanai program-program yang mendokumentasikan pelangÂgaran hak asasi manusia di Korut.
Sementara itu, kerja sama militer antara Washington DC dan sekutu regionalnya akan terus berlanjut, dengan Korsel, AS dan Jepang, dijadwalkan untuk mengadakan latihan gabungan trilateral Freedom Edge dari tanggal 7 hingga 11 September di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel.
âLatihan ini adalah latihan pertahanan yang dilakukan setiap tahun oleh ketiga negara untuk menanggapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,â kata Kepala Staf Gabungan Seoul pada Jumat (28/8) lalu. AFP/I-1
- Pecat Menteri Pertahanan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.