Siswa Terancam Paparan Kabut Asap! Pemkab Banjar Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Sabtu, 29 Agu 2026, 19:57 WIBBANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyiapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.
Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar sehingga kondisi kualitas udara menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik di satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah untuk memantau kondisi udara dan menyiapkan penyesuaian pembelajaran berdasarkan situasi di masing-masing wilayah.
âKeselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,â ujar Liana Penny.
Menurut dia, sekolah diminta memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dan segera melakukan penyesuaian apabila kabut asap semakin pekat serta berpotensi mengganggu kesehatan.
PJJ disiapkan sebagai alternatif agar proses pendidikan tidak terhenti ketika kualitas udara tidak memungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Dengan skema tersebut, siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus beraktivitas di luar rumah.
Liana menjelaskan penerapan PJJ tidak dilakukan secara seragam, tetapi mempertimbangkan kondisi wilayah dan perkembangan kabut asap. Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pola pembelajaran dengan tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.
âPembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,â katanya.
Disdik Kabupaten Banjar juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua dan segera melaporkan kendala yang muncul akibat kabut asap, terutama apabila terdapat peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan atau kegiatan pembelajaran terganggu.
Selain sektor pendidikan, Pemkab Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani karhutla dan memantau perkembangan kualitas udara.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap memburuk, menggunakan masker, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya, khususnya terhadap anak-anak dan kelompok rentan.
- pembelajaran jarak jauh
- Kabut Asap
- Pemkab Banjar
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Sembunyikan 2,1 Kg Ganja di Dalam Guci Air, DPO Narkoba Ini Tak Berkutik Digerebek Polisi!
-
KPK Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar pada OTT Bupati Pemalang
-
Harga Emas Antam Turun Rp9.000 Menjadi Rp2,613 Juta/Gr Pada Selasa Ini
-
Praktik Curang Mafia Beras, Mentan Ungkap Keuntungan Penggilingan Rp2 Triliun Tak Wajar, Merampas Hak Rakyat
-
Polresta Tangerang Selidiki Kecelakaan Maut di Balaraja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.