Pemkot Berharap Kawasan Kuliner Bandung Lebih Tertata dan Nyaman
Sabtu, 29 Agu 2026, 16:38 WIBBANDUNGÂ - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah menyiapkan penataan sejumlah kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas kuliner, termasuk kawasan Cibadak dan Cihapit.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penataan dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan kuliner tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban serta kenyamanan ruang publik.
âBetul Cihapit pusat kawasan kuliner, tapi kalau tidak tertib ya kita tertibkan,â kata Wali Kota Farhan pada Rabu (26/8) lalu.
Wali Kota Farhan mengatakan penataan tidak semata-mata dilakukan melalui penertiban. Pemkot Bandung juga akan mengedepankan dialog bersama para pelaku usaha kuliner untuk mencari solusi yang tetap memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi.
âRencananya akan ditertibkan. Lalu kemudian kita akan ajak dialog para pelakunya untuk, âsok yuk cari tempat yang membuat taman tetap bagus sehingga menikmati hidangan makanan juga lebih enakâ,â ujar dia.
Menurut Wali Kota Farhan, kawasan kuliner tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. Harapannya, penataan dapat menciptakan ruang usaha yang lebih nyaman, tertib dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ia menyebut, Pemkot Bandung tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait rencana penataan tersebut. âPelaksanaannya nanti, kita lagi koordinasi sama provinsi,â ucap dia.
Wali Kota Farhan juga mengungkapkan, sejumlah titik wisata kuliner yang menggunakan ruang publik akan ditata dengan prinsip datang bersih, pulang bersih.
Konsep tersebut mengatur agar aktivitas usaha tidak meninggalkan bangunan permanen maupun semi permanen yang berpotensi mengganggu fungsi ruang publik.
âYang permanen dan semi permanen akan dikategorikan sebagai bangunan liar. Solusinya, bisa lihat di Cihampelas dan Lengkong Kecil. Nanti beberapa titik akan menjadi seperti itu,â tutur dia.
Wali Kota Farhan menilai penataan diperlukan untuk membangun ekosistem usaha yang sehat. Di sisi lain, keberadaan pelaku usaha kuliner tetap perlu difasilitasi agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian kota.
Selain Cibadak dan Cihapit, Pemkot Bandung juga menyiapkan kawasan Pasar Baru sebagai salah satu pusat kuliner baru.
Wali Kota Farhan mengatakan, penataan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Baru sekaligus menghadirkan ruang kuliner yang lebih tertata.
âPasar Baru itu dari sejak belokan Kebon Jati ke arah kanan sampai ketemu dengan Sudirman akan jadi pusat kuliner juga. Supaya hidup lagi,â ungkap dia.
Penataan kawasan kuliner tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung menciptakan ruang kota yang lebih tertib sekaligus memperkuat sektor kuliner sebagai salah satu daya tarik pariwisata.
Wali Kota Farhan berharap, melalui kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat dan dialog bersama pelaku usaha, penataan dapat menghasilkan kawasan kuliner yang tetap hidup, tetapi lebih nyaman, tertib dan menarik bagi wisatawan.
âDengan kolaborasi dan dialog bersama pelaku usaha, kita bisa menghasilkan kawasan kuliner yang nyaman, tertib dan bisa menarik wisatawan,â tutur dia. ils/I-1
- KULINER BANDUNG
- Kawasan Kuliner
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Diduga Gelapkan Uang SPP, Mantan Kepsek SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi
-
Sentuhan Tenun Benteng Tiworo Ditampilkan di BTN Indonesia Fashion Week 2026
-
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 Menjadi Rp2,616 Juta/Gr pada Kamis Ini
-
Pemerintah Kota Banjarmasin Laporkan Keluhan Warga Terdampak Pemadaman Bergilir
-
Janice Tjen Bangkit untuk Capai Semifinal Ganda DC Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.