Pemkot Bandung: Program Padat Karya Serap 4.100 Pekerja

Sabtu, 29 Agu 2026, 18:02 WIB

BANDUNG - Program padat karya yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sepanjang tahun 2026 terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hingga Agustus 2026, program tersebut telah menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja dari berbagai wilayah di Kota Bandung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengungkapkan capaian tersebut berasal dari pelaksanaan program padat karya yang bersumber dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), aspirasi reses anggota dewan, serta program reguler yang dikelola Disnaker.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

“Realisasi padat karya sampai Agustus 2026 sudah menyerap sekitar 4.100 orang. Program ini berasal dari Musrenbang, reses, dan reguler,” ujar Yayan, Jumat (28/8).

Selain itu, Disnaker masih menyiapkan realisasi program untuk sekitar 3.900 orang lainnya secara bertahap. Dalam waktu dekat, masih terdapat kuota bagi sekitar 500 peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan padat karya.

Menurut Yayan, program padat karya merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak perubahan kondisi ekonomi global.

“Tujuan padat karya ini memberikan stimulan kepada warga yang terkena dampak perubahan ekonomi. Program ini menjadi bumper ekonomi agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Ia menjelaskan, setiap peserta padat karya memperoleh insentif sekitar Rp1,7 juta selama mengikuti kegiatan. Dana tersebut diharapkan dapat berputar kembali di lingkungan masyarakat sehingga membantu menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Ketika peserta menerima penghasilan dari program ini, uang tersebut akan kembali beredar di lingkungan sekitar. Jadi tidak hanya membantu individu, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas,” ujar dia.

Selain manfaat ekonomi, program padat karya juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Berbagai kegiatan yang dilakukan peserta, seperti pembersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas umum, turut membantu menciptakan kawasan yang lebih bersih dan nyaman.

“Dampaknya ada dua. Pertama sebagai penopang ekonomi masyarakat. Kedua, lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” tutur Yayan.

Program padat karya tahun 2026 telah dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Kota Bandung. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu memberikan penghasilan tambahan sekaligus membuka kesempatan kerja sementara bagi warga yang membutuhkan.

Melihat manfaat yang dihasilkan, Pemkot Bandung berencana melanjutkan program padat karya pada tahun 2027. Yayan menyebut, Disnaker telah mengusulkan anggaran melalui Rencana Kerja dan Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKA-PPAS) untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.

Yayan berharap program padat karya tidak hanya menjadi sarana pemberian bantuan ekonomi, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Program ini sangat baik untuk membantu ekonomi masyarakat. Namun yang paling penting harus ada produktivitasnya, ada hasil yang dirasakan masyarakat. Jadi bukan sekadar menerima uang, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan warga sekitar,” kata dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Wali Kota: Kuliner dan Sport Tourism Jadi Peluang Besar Gerakkan Ekonomi Bandung

Korban Banjir Nepal Tembus 623 Orang, 638 Masih Hilang dalam Bencana Dahsyat

Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Edukasi Warga Jurumudi tentang Keselamatan Listrik dan Promo Tambah Daya.

Emil Dardak Minta Kader Demokrat Jatim Dahulukan Hajat Hidup Rakyat dari pada Pikirkan Pileg

Deteksi Gempa Belum Canggih, Legislator Usulkan BMKG Adopsi Teknologi Jepang

Bantaran Hangus Dampak Karhutla Semeru, Danau Ranu Kumbolo Kehilangan Pesona

PLN Hadirkan Sambungan Listrik Gratis untuk 83 Keluarga Prasejahtera di Jakarta Raya.

Ketombe Ganggu Aktivitas Keseharian Anda? Simak Cara Menghilangkannya

Tradisi Unik di Dieng! Belasan Anak Berambut Gimbal Ikuti Ruwatan di Dieng Culture Festival 2026

Dipakai Merekam Diam-diam, Meta Perbarui Kacamata Pintarnya

Jagung Bengkayang Jadi Incaran Bulog Kalbar, Serapan Terus Digenjot!

Jelang Persija vs Brisbane Roar Sabtu Sore Ini, STY Reuni dengan Jordi Amat, Rizky Ridho Bocorkan Kondisi Tim

Gedung KPK Dikabarkan Terbakar, Ini Komentar Jubir KPK

Karnaval HUT Ke-81 RI di Babel Makin Meriah, Seribuan UMKM Ikut Ambil Bagian!

14 Personel Sudin Gulkarmat Jaksel Padamkan Kebakaran di Gedung KPK

Kuota Internet Cepat Habis, Ini Dia Biang Keroknya, Bikin Kantong Jebol!

RSCM Siapkan Terobosan Medis, Layanan Sel Punca Jadi Andalan Terapi Regeneratif

Kaltim Genjot SDM Digital! Festival Literasi Resmi Dibuka, Ini Tujuannya

Berakit-rakit Dahulu Menuntut Ilmu di Sekolah Kemudian, Keseharian Pagi Anak-anak Sadang Menuju Tepian Waduk Saguling

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.