Bulan Malam Ini Terlihat Hampir Penuh, Ini Fase dan Waktu Bulan Purnama Berikutnya
Sabtu, 29 Agu 2026, 12:07 WIBJakarta - Bulan telah melewati fase Bulan Purnama dan kini kembali memasuki fase menyusut (waning). Artinya, bagian permukaan Bulan yang terlihat bercahaya dari Bumi akan sedikit berkurang setiap malam hingga mencapai fase Bulan Baru.
Fase Bulan hari ini
Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Bulan berada dalam fase Waning Gibbous atau cembung menyusut. Berdasarkan pelacak fase Bulan milik NASA, sekitar 99 persen permukaan Bulan terlihat dari Bumi.
Masyarakat tidak memerlukan peralatan mahal untuk mengamati sejumlah fitur di permukaan Bulan. Dengan mata telanjang, beberapa kawasan yang dapat diamati antara lain Mare Serenitatis, Kawah Copernicus, dan Oceanus Procellarum.
Bagi masyarakat yang memiliki teropong, pengamatan dapat diperluas untuk melihat Kawah Endymion, Kawah Posidonius, serta Mare Nectaris. Sementara itu, penggunaan teleskop memungkinkan pengamat melihat lokasi pendaratan Apollo 15 dan Apollo 16, serta fitur permukaan Bulan bernama Rupes Altai.
Kapan Bulan Purnama berikutnya?
Bulan Purnama berikutnya diperkirakan terjadi pada 26 September 2026.
Mengenal fase-fase Bulan
Penampakan Bulan berubah sepanjang bulan karena posisi Bulan terus bergerak mengelilingi Bumi. Menurut NASA, Bulan membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari untuk menyelesaikan satu siklus fase.
Fase yang terlihat dari Bumi bergantung pada posisi relatif Bulan terhadap Matahari dan Bumi. Posisi tersebut menentukan seberapa banyak bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari dan dapat terlihat dari Bumi.
Dalam satu siklus, Bulan berubah dari sabit tipis, setengah lingkaran, cembung, hingga Bulan Purnama, sebelum kembali menyusut dan memulai siklus berikutnya.
Delapan fase utama Bulan terdiri atas:
- Bulan Baru (New Moon)
Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari dan hampir tidak terlihat. - Sabit Muda (Waxing Crescent)
Sebagian kecil permukaan Bulan mulai terlihat bercahaya. Di belahan Bumi utara, cahaya tampak berada di sisi kanan. - Kuartal Pertama (First Quarter)
Sekitar setengah permukaan Bulan terlihat bercahaya di sisi kanan sehingga tampak seperti setengah lingkaran. - Cembung Muda (Waxing Gibbous)
Lebih dari separuh permukaan Bulan terlihat bercahaya, tetapi belum sepenuhnya menjadi Bulan Purnama. - Bulan Purnama (Full Moon)
Hampir seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi terlihat terang dan bercahaya penuh. - Cembung Tua (Waning Gibbous)
Setelah melewati Bulan Purnama, bagian Bulan yang bercahaya mulai berkurang. Di belahan Bumi utara, cahaya mulai berkurang dari sisi kanan. - Kuartal Ketiga (Third Quarter/Last Quarter)
Bulan kembali tampak seperti setengah lingkaran, tetapi kali ini sisi kiri yang terlihat bercahaya. - Sabit Tua (Waning Crescent)
Hanya sebagian kecil permukaan Bulan yang masih terlihat bercahaya sebelum kembali menuju fase Bulan Baru.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Malam Ini Ada Fenomena ‘Buck Moon’, Puncak Purnama Terjauh dari Matahari
-
Bupati Lumajang Sebut Ketahanan Pangan Dimulai Kemandirian Olahan Lokal
-
Kanselir Friedrich Merz Rombak Kabinet Jerman Usai Skandal Jens Spahn
-
Siti Aisyah Bawa Nasihat Orang Tua Saat Debut di ASEAN Para Games Thailand 2025
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.