Bruno Fernandes Bantah Ada Perpecahan Usai Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal

Senin, 05 Okt 2026, 00:10 WIB

PORTO – Bruno Fernandes membantah adanya perpecahan di dalam skuad Portugal setelah Cristiano Ronaldo secara mengejutkan meninggalkan pemusatan latihan tim nasional. Kapten Manchester United itu mengaku telah berbicara langsung dengan Ronaldo dan meminta publik tidak memperkeruh situasi yang kini menimbulkan spekulasi mengenai masa depan sang megabintang bersama timnas.

Ronaldo, 41 tahun, meninggalkan pemusatan latihan Portugal di Kopenhagen pada hari Rabu, sehari sebelum pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark. Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah pelatih Jorge Jesus mengakui adanya ketegangan antara dirinya dan Ronaldo.

Ket. Foto: Bruno Fernandes. — Sumber: UEFA

Tanpa Ronaldo, Portugal tetap mampu meraih kemenangan 4-2 atas Denmark dalam pertandingan tersebut.

Ronaldo kemudian mengungkapkan melalui Instagram bahwa kepergiannya merupakan keputusan yang dibuat setelah konferensi pers Jesus dan percakapannya dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proenca. Ia mengatakan alasan lengkap di balik keputusannya akan disampaikan “pada waktunya”.

Fernandes mengaku sudah berbicara dengan Ronaldo dan menegaskan bahwa status pemain Al-Nassr itu sebagai simbol terbesar sepak bola Portugal tidak akan berubah.

“Saya sudah berbicara dengannya. Apa yang saya sampaikan kepadanya akan saya ulangi di sini: yang paling penting adalah, apa pun yang terjadi, Cristiano Ronaldo tidak akan pernah berhenti menjadi simbol terbesar tim nasional kami, sepak bola kami, dan negara kami,” kata Fernandes dalam konferensi pers menjelang pertandingan Nations League melawan Norwegia di Porto.

“Itu karena apa yang telah dia capai, bukan hanya di Portugal, tetapi juga di seluruh dunia. Dia memiliki tempat yang istimewa bukan hanya di antara para pemain terbaik sepanjang masa, tetapi juga di hati seluruh rakyat Portugal.”

Fernandes juga meminta publik menghentikan spekulasi mengenai keretakan di dalam skuad.

“Yang paling penting adalah kita berhenti mengungkit-ungkit masalah. Tidak ada perpecahan di tim nasional. Kami adalah satu tim dan akan tetap menjadi satu tim, terlepas dari kebisingan apa pun yang datang dari luar,” tegasnya.

Media Spanyol Marca sebelumnya melaporkan bahwa Jorge Jesus dan Pedro Proenca sempat bergegas menuju Bandara Kopenhagen dalam upaya membujuk Ronaldo agar tidak meninggalkan skuad.

Fernandes menegaskan bahwa para pemain tidak ingin terseret terlalu jauh ke dalam kontroversi tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah persoalan ini berakhir dengan baik bagi semua pihak.

“Yang paling penting adalah semuanya berakhir dengan baik, bagi kedua belah pihak,” kata Fernandes.

“Kami benar-benar berada di luar persoalan ini. Kami tahu apa yang kalian katakan dan apa yang kami lihat. Kami menghabiskan banyak waktu di ruang pemain dengan bermain kartu. Kami berada di luar kontroversi ini.”

Fernandes juga meminta masyarakat Portugal tidak terpecah akibat polemik tersebut.

“Yang saya minta adalah agar negara ini tidak terpecah, tidak memihak salah satu pihak, dan menghormati semua pihak,” ujarnya.

Situasi Ronaldo menjadi perhatian besar karena pemain berusia 41 tahun itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal sekaligus pemain yang telah menjadi wajah utama sepak bola negaranya selama hampir dua dekade.

Di tengah spekulasi mengenai hubungan dengan Ronaldo, Jorge Jesus berusaha mengembalikan perhatian kepada pertandingan Portugal berikutnya.

Portugal akan menghadapi Norwegia di Porto, Minggu, dalam lanjutan UEFA Nations League. Portugal saat ini memimpin Grup A4 dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, sedangkan Norwegia berada di posisi ketiga dengan tiga poin.

Jesus menegaskan bahwa pertandingan tersebut harus menjadi prioritas.

“Fokus harus berada pada tim nasional, pertandingan melawan Norwegia, dan apa yang harus kami lakukan dengan baik, bersama masyarakat kami,” ujar Jesus.

Namun, pelatih Portugal itu juga tidak mengabaikan status Ronaldo.

“Bukan berarti saya mengabaikan Cris. Dia adalah simbol tim nasional Portugal, dia adalah simbol Portugal. Biarkan itu menjadi sesuatu yang sangat jelas,” kata Jesus. “Setelah pertandingan, akan ada waktu untuk membicarakan hal itu.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.