TransNusa Buka Rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur
Jumat, 28 Agu 2026, 13:47 WIBJAKARTA â Maskapai TransNusa resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur pada 24 Agustus 2026. Pembukaan dua rute tersebut memperluas konektivitas dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Lampung, sekaligus menghadirkan kembali penerbangan internasional reguler dari bandara tersebut.
Rute Jakarta (CGK)âLampung (TKG) dilayani hingga tiga kali sehari. Sementara itu, penerbangan Lampung (TKG)âKuala Lumpur (KUL) beroperasi setiap hari.
Pembukaan rute internasional tersebut memberikan alternatif perjalanan langsung bagi masyarakat Lampung yang sebelumnya harus menggunakan penerbangan melalui kota lain ketika menuju Malaysia. Konektivitas tersebut berpotensi mendukung berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari pariwisata, bisnis, kunjungan keluarga, layanan kesehatan, hingga perjalanan lanjutan untuk ibadah umrah.
Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan bahwa Lampung menjadi salah satu jaringan yang dinilai penting bagi maskapai tersebut di Sumatra. Menurutnya, pembukaan rute tidak hanya mempertimbangkan potensi pariwisata, tetapi juga jumlah penduduk serta hubungan ekonomi dan sosial antara Lampung dan Malaysia.
âPembukaan rute ini merupakan salah satu jaringan yang penting bagi kami di Sumatra. Lampung memiliki populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan potensi yang cukup besar, baik untuk perjalanan bisnis maupun pariwisata,â ujar Bernard.
Ia mengatakan penerbangan langsung tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat Lampung bepergian ke Malaysia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Malaysia untuk mengunjungi Lampung.
Lampung-Kuala Lumpur Beroperasi Setiap Hari
Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur menjadi salah satu perkembangan penting dalam konektivitas internasional dari Bandara Radin Inten II. Setelah sebelumnya mengoperasikan penerbangan charter, TransNusa kini menyediakan layanan reguler setiap hari pada rute tersebut.
Kuala Lumpur juga memiliki posisi strategis sebagai pusat konektivitas regional. Selain menjadi tujuan perjalanan, kota tersebut dapat menjadi titik transit bagi penumpang dari Lampung yang ingin melanjutkan perjalanan menuju berbagai kota lain di Malaysia maupun destinasi internasional.
TransNusa melihat potensi rute tersebut tidak terbatas pada sektor pariwisata. Kebutuhan perjalanan antara Lampung dan Malaysia juga mencakup aktivitas bisnis, perdagangan, mobilitas tenaga kerja, layanan kesehatan, serta perjalanan untuk kebutuhan keagamaan.
âPasarnya bukan hanya pariwisata. Ada bisnis, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, manpower supply untuk pekerjaan di Malaysia, halal business, sampai medical tourism,â kata Bernard dalam siaran pers, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, masyarakat Lampung juga telah melakukan perjalanan ke sejumlah negara untuk kebutuhan medis, termasuk Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Penerbangan langsung dinilai dapat mempermudah akses tersebut.
Kuala Lumpur juga berpotensi menjadi salah satu titik transit bagi masyarakat Lampung yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Timur Tengah untuk kebutuhan umrah, mengingat luasnya jaringan penerbangan internasional dari kota tersebut.
Di sisi lain, konektivitas langsung juga membuka peluang bagi Lampung untuk menarik lebih banyak wisatawan asal Malaysia. Lampung memiliki sejumlah destinasi wisata yang dapat menjadi alternatif bagi wisatawan negara tetangga tersebut di luar tujuan yang selama ini populer seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.
Jakarta-Lampung hingga Tiga Kali Sehari
Untuk konektivitas domestik, rute Jakarta-Lampung melengkapi jaringan penerbangan baru dari Radin Inten II. Rute tersebut dilayani hingga tiga kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 45â60 menit.
Jakarta juga dapat berfungsi sebagai titik penghubung bagi penumpang asal Lampung menuju berbagai destinasi lain dalam jaringan TransNusa, seperti Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang. Dari Jakarta, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi internasional seperti Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, mengatakan bahwa pembukaan dua rute tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan konektivitas antara kota-kota besar, kota regional, serta destinasi wisata di Indonesia dengan jaringan internasional.
âKami tidak hanya menghubungkan Jakarta-Lampung semata, tetapi juga membuka konektivitas Lampung ke tujuan luar negeri, yaitu Kuala Lumpur. Kami harapkan penerbangan ini akan terus berlanjut dan pada saatnya dapat ditambah frekuensinya sesuai dengan permintaan pengguna,â ujar Bayu.
Untuk kedua rute tersebut, TransNusa menawarkan tarif khusus. Harga tiket rute Jakarta-Lampung dibanderol mulai dari Rp699.000, Lampung-Kuala Lumpur mulai dari Rp1.599.000, sedangkan Kuala Lumpur-Lampung mulai dari MYR 399.
Gunakan COMAC C909
TransNusa mengoperasikan pesawat COMAC C909 berkapasitas 95 penumpang untuk melayani dua rute baru tersebut. Armada tersebut digunakan dengan mempertimbangkan karakteristik rute dan perkiraan permintaan pada tahap awal pengoperasian.
Bernard menjelaskan bahwa COMAC C909 merupakan pesawat regional yang sesuai untuk rute berjarak relatif pendek, termasuk Jakarta-Lampung. Penggunaan pesawat dengan kapasitas tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi maskapai dalam mengevaluasi perkembangan pasar.
âUntuk rute baru seperti ini, jika kami memulainya dengan sekitar 50 persen load factor, itu sudah menjadi awal yang baik. Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan bisa meningkat lebih dari 70 persen,â ujarnya.
Menurut Bernard, perkembangan permintaan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemungkinan penyesuaian kapasitas maupun frekuensi penerbangan ke depannya.
Memperkuat Posisi Lampung dalam Jaringan Penerbangan
Pengoperasian dua rute baru tersebut menambah pilihan perjalanan dari Lampung, baik untuk tujuan domestik maupun internasional. Jakarta memberikan akses ke jaringan penerbangan domestik TransNusa, sementara Kuala Lumpur membuka koneksi langsung ke Malaysia serta peluang perjalanan lanjutan ke destinasi internasional.
Bagi Bandara Radin Inten II, penerbangan Lampung-Kuala Lumpur mengembalikan pilihan penerbangan internasional reguler dari Lampung. Kehadiran konektivitas tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan aktivitas pariwisata, bisnis, dan perdagangan.
TransNusa menyatakan pengembangan selanjutnya akan mengikuti perkembangan permintaan pasar. Jika tingkat keterisian dan kebutuhan penumpang meningkat, perusahaan membuka peluang untuk menambah frekuensi maupun menyesuaikan kapasitas penerbangan.
Dengan beroperasinya rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur, Lampung kini memiliki akses langsung yang lebih luas menuju pusat aktivitas nasional sekaligus salah satu pusat konektivitas regional di Asia Tenggara.
- Lampung
- Kuala Lumpur
- Radin Inten II
- maskapai
- TransNusa
- Pariwisata Lampung
- penerbangan
- Malaysia
- COMAC C909
- penerbangan domestik
- transportasi
- penerbangan Internasional
- Konektivitas Udara
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Petualangan, Budaya, dan Ekowisata Sarawak Hadir dalam Serial Terbaru AXN
-
Pemerintah Diminta Percepat Diplomasi agar Tarif AS Beri Kepastian bagi Industri RI
-
Dirut Bulog Sidak Mitra Maklon di Demak demi Jaga Kualitas CBP
-
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus
-
Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil, Pasar Hati-hati Cermati Hasil FOMC The Fed
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.