Bukan Sekadar Liburan! Wisatawan Padati Kawasan Badui Demi Berburu Durian
Kamis, 27 Agu 2026, 04:05 WIBLEBAK - Wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian.
âSekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Lebak, Rabu, mengatakan wisatawan atau saba budaya yang bersilaturahmi dengan masyarakat Badui hingga ribuan orang pada Selasa (25/8) dan Rabu (26/8) dengan jumlah tercatat 2.700 orang
Mereka datang, kata dia, menikmati panorama alam sambil membeli buah durian Badui yang memiliki keunggulan legit, beraroma, manis, dan buahnya tebal.
ââWisatawan tersebut datang dengan rombongan baik keluarga, pasangan, maupun komunitas masyarakat.
â"Kami merasa bersyukur adanya pengunjung saba budaya itu dipastikan membawa dampak positif bagi masyarakat Badui, terlebih pendapatan ekonomi cenderung meningkat seiring panen durian," kata Medi.
âKusni, pengunjung saba budaya warga Jakarta, mengatakan pihaknya bersama rombongan berkunjung ke Badui dan menginap malam Rabu serta kembali ke Jakarta pada Kamis (27/8).
Menurutnya, Â kawasan Badui sangat menyenangkan untuk melepaskan kepengapan di Jakarta, dimana panorama alam Badui masih asli dan benar-benar memberikan ketenangan, kenyamanan, serta kegembiraan.
âKondisi topografi pemukiman Badui yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, kata dia, menjadi tantangan tersendiri.
â"Kami bersama rombongan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang," kata Kusni.
âSementara itu Sandra (17), warga Tangerang, bersama rombongan komunitas mengunjungi saba budaya Badui untuk melihat kehidupan masyarakat adat, juga membeli durian dengan harga Rp30 ribu sampai Rp100 ribu per butir.
âIa mengatakan kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan mampu menjaga alam, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam agar tidak rusak.
â"Kami menginap ke pemukiman Badui dan pulang Kamis pagi," kata Sandra.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Wow! Persija Jadikan Nadeo Argawinata Palang Pintu Macan Kemayoran, Ada Kesepakatan Ini dengan Borneo FC
-
BPBD: Kekeringan di Kota Tangerang Masih Terkendali
-
Kekeringan Mulai Melanda Kabupaten Garut
-
Tradisi Kampung Kuta Menjadi Penyangga Keberlanjutan Ciamis
-
Gawai di Tangan, Cuan Berdatangan: Pemuda Jayapura Siap Sulap Kuliner Kampung Jadi Mendunia!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.