Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan Sedikitnya 160 Orang, Ratusan Masih Hilang

Kamis, 27 Agu 2026, 03:48 WIB

KATHMANDU — Sedikitnya 160 orang tewas setelah banjir bandang dan longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, sementara ratusan orang masih dinyatakan hilang. Polisi Nepal menyebut 157 jenazah telah ditemukan di wilayah Nepal, sedangkan tiga korban jiwa dilaporkan di wilayah Tibet.

Dari The Guardian, bencana terjadi pada Rabu (26/8) setelah material longsoran berupa lumpur dan batu masuk ke aliran sungai di kawasan Himalaya dan memicu banjir besar. Arus deras menyapu rumah, kendaraan, jalan, jembatan, serta sejumlah infrastruktur lainnya di wilayah Rasuwa, Nepal, dan Gyirong, Tibet.

Ket. Foto: Rumah-rumah dan truk-truk terendam lumpur setelah banjir bandang di Trishuli Bazar, distrik Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026 — Sumber: Istimewa

Di Nepal, sedikitnya 157 jenazah telah ditemukan. Di sisi perbatasan Tibet, otoritas Tiongkok melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya masih hilang di Kabupaten Gyirong.

Jumlah orang yang belum ditemukan juga mencakup wisatawan asing. Dewan Pariwisata Nepal sebelumnya mencatat 384 wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang dari wilayah terdampak, terdiri atas 291 warga negara asing dan 93 warga Nepal. Data tersebut masih dalam proses verifikasi.

Sejumlah warga negara asing dilaporkan berada dalam daftar pencarian, termasuk warga Inggris, India, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Malaysia. Di antara mereka terdapat puluhan wisatawan yang berada di kawasan tersebut untuk perjalanan wisata maupun ziarah menuju kawasan Kailash-Manasarovar.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan. Namun, akses menuju sejumlah lokasi terdampak terhambat karena jalan dan jembatan rusak serta kondisi sungai yang masih berbahaya. Polisi Nepal juga menyebut sedikitnya 28 anggota kepolisian belum diketahui keberadaannya.

Penyebab awal bencana sempat dikaitkan dengan gempa bumi. Namun, analisis lanjutan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan tidak ditemukan bukti gempa yang mendahului banjir. Analisis tersebut menunjukkan longsoran terjadi sebelum banjir bandang.

Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan secara maksimal di wilayah terdampak serta meminta penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini untuk mengantisipasi bencana susulan. Tiongkok mengerahkan ratusan personel penyelamat ke kawasan Gyirong.

Sementara itu, pemerintah Nepal melanjutkan pencarian korban dan pendataan warga yang belum ditemukan. Hingga Kamis (27/8), jumlah korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan identifikasi jenazah yang terus berlangsung.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.