Bapanas Jamin Beras Bantuan Pangan Berasal dari Petani Indonesia

Jumat, 18 Sep 2026, 18:40 WIB

PEKANBARU – Beras untuk bantuan pangan 2026 berasal dari produksi petani Indonesia. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan penguatan produksi dan cadangan beras nasional.

“Hari ini kami datang atas arahan Bapak Presiden, membagi bantuan ke seluruh Tanah Air. Total tahap pertama kita bagikan kepada 33,24 juta orang,” ujar Amran saat meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Pekanbaru, Riau, Kamis (17/9).

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman (ke dua dari kanan) — Sumber: Bapanas

Amran mengatakan alokasi bantuan pangan beras 2026 menjadi yang terbesar sejak program tersebut diluncurkan pada 2023. Total alokasi sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton.

Alokasi tersebut mencakup sekitar 664 ribu ton untuk Februari-Maret. Kemudian sekitar 997 ribu ton untuk Juli-September dan estimasi 997 ribu ton untuk Oktober-Desember.

Menurut Amran, beras bantuan pangan sebelumnya masih mengandalkan impor dari sejumlah negara. Kini, beras yang disalurkan kepada masyarakat berasal dari produksi petani dalam negeri.

“Dulu beras ini dari negara lain, impor dulu. Namun sekarang beras kita aman, banyak,” ucap Amran. “Dulu berasnya dari Pakistan, India, Tailan. Nah, sekarang dari petani Indonesia untuk rakyat Indonesia,” ujar dia.

Untuk periode Oktober-Desember 2026, pemerintah kembali menyalurkan bantuan beras kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan.

Amran mengatakan penguatan produksi dalam negeri juga didukung tingginya stok Cadangan Beras Pemerintah. Stok beras pemerintah di Bulog saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton.

“Stok kita di Bulog hari ini masih ada 4,6 juta ton. Dulu bulan seperti ini hanya satu sampai dua juta ton,” ucap Amran.

Menurut dia, stok tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi pada periode yang sama sebelumnya. Ketersediaan stok menjadi penopang bantuan sekaligus stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Bantuan pangan beras menjadi salah satu instrumen pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Penyerapan produksi dalam negeri juga diarahkan menjaga kepentingan petani dan masyarakat sebagai konsumen.

Salah satu penerima bantuan, Siti Sutriani, mengatakan bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Ia berharap bantuan pemerintah terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami senang sekali, terima kasih atas bantuan yang diberikan Pak Presiden. Ini memang membantu sekali untuk masyarakat Indonesia,” ujar Siti. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.