Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Presiden AS, Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, di Ankara, Turki, pada Juli lalu. Pada Senin (24/8), AS menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) pada Senin (24/8) menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, mencabut penetapan yang telah berlaku selama beberapa dekade yang disertai dengan pembatasan ekonomi yang berat dan menandai langkah lain dalam menghangatkan hubungan antara kedua negara.

Kementerian Luar Negeri AS juga mencabut penetapannya terhadap Front al-Nusra yang kemudian dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), sebagai organisasi teroris global. Kementerian Keuangan AS pun telah mengumumkan pencabutan sanksi yang terkait.

Kelompok pemberontak yang dipimpin oleh HTS menggulingkan penguasa Suriah yang telah lama berkuasa, Bashar al-Assad, pada Desember 2024, dengan pemimpin kelompok tersebut, Ahmed al-Sharaa, mengambil alih jabatan presiden saat negara itu membangun kembali negaranya setelah lebih dari 13 tahun perang saudara.

"Tindakan hari ini akan membantu mendorong investasi tambahan di Suriah untuk mempromosikan stabilitas politik dan ekonomi," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Keuangan AS mengatakan langkah-langkah tersebut sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan keringanan sanksi kepada Suriah. Namun lembaga tersebut pun menekankan bahwa pencabutan pembatasan terhadap Suriah tidak mengubah sikap Kementerian Keuangan AS terkait penanggulangan terorisme global dan komitmen kami untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan di Suriah.

HTS sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra dan dulunya merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah. Kelompok ini memutuskan hubungan dengan kelompok jihadis tersebut pada tahun 2016.

AS awalnya mengumumkan pada bulan Juli niatnya untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, sebuah langkah yang dilihat sebagai bentuk kepercayaan kepada Sharaa.

Di sela-sela KTT NATO di Turki, Trump bertemu dengan presiden Suriah, seorang mantan jihadis yang berupaya mengubah citranya menjadi figur pemersatu setelah penggulingan rezim keluarga Assad, yang memerintah dengan tangan besi selama setengah abad.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan penghapusan nama-nama Suriah dari daftar hitam pada hari Senin akan memberi warga Suriah jalan menuju kemakmuran.

“Tindakan tersebut menghilangkan hambatan utama terakhir bagi investasi sektor swasta di Suriah dan mendorong pemulihan ekonomi Suriah serta reintegrasinya ke dalam ekonomi global," kata Menlu Rubio dalam sebuah pernyataan.

Disambut Damaskus

Para pejabat tinggi di Damaskus menyambut baik penghapusan daftar tersebut sebagai peluang besar bagi negara itu, yang masih hancur secara ekonomi setelah lebih dari satu dekade perang yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan lebih dari setengah juta orang.

Menteri Luar Negeri Suriah, Assad al-Shaibani, menggambarkan penghapusan oleh Washington DC terhadap Suriah dari daftar tersebut sebagai tonggak sejarah dan mengatakan hal itu mencerminkan komitmen negara Suriah yang baru terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Menteri Keuangan Suriah, Mohammed Barnieh, menggambarkan langkah tersebut sebagai kesuksesan bagi diplomasi Suriah, menurut kantor berita resmi SANA. “Hal ini membuka pintu besar dan yang telah lama ditunggu-tunggu untuk memperkuat integrasi Suriah ke dalam sistem ekonomi dan keuangan global, menarik investasi dan teknologi modern, serta mendukung peluang pembangunan," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.