Unsri Kembangkan EL-SIBERUNG, Terobosan Baru Perkuat Kompetensi Guru Pendidikan Khusus

Senin, 24 Agu 2026, 06:47 WIB

PALEMBANG - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya (Unsri) mengembangkan EL-SIBERUNG (E-Learning Sistem Belajar Ramah Tuna Rungu) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat kompetensi guru pendidikan khusus di Palembang.

Ketua tim pelaksana kegiatan itu, Assoc. Prof., Anita Desi dalam keterangan di Palembang, Minggu, mengatakan platform tersebut dikembangkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsri melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ket. Foto: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsri mengembangkan EL-SIBERUNG (E-Learning Sistem Belajar Ramah Tuna Rungu) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat kompetensi guru pendidikan khusus di Palembang. — Sumber: Antara foto

Program yang mengusung tema "Penguatan Kompetensi Guru KKG-PK Zona Palembang melalui Pengembangan EL-SIBERUNG sebagai E-Learning Ramah Tuna Rungu Berbasis AI" tersebut, melibatkan Unsri, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus (KKG-PK) Zona Palembang, dan SLB Negeri Pembina Palembang.

Peluncuran EL-SIBERUNG dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di SLB Negeri Pembina Palembang dan diikuti guru-guru SLB-B dari sejumlah sekolah di Palembang dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut dibuka Dekan FMIPA Unsri Prof. Hermansyah, S.Si., M.Si., Ph.D. dan dihadiri Ketua KKG-PK Zona Palembang AA Engkus Mulyana, S.Pd., Kepala SLB Negeri Pembina Palembang Sri Warih Handayani, S.Pd., para guru anggota KKG-PK Zona Palembang, serta mahasiswa yang terlibat dalam program.

"EL-SIBERUNG dikembangkan dengan mengintegrasikan materi visual, video pembelajaran, media interaktif, serta teknologi AI," katanya.

Ia menjelaskan perpaduan berbagai teknologi tersebut memberikan guru lebih banyak pilihan untuk menyusun dan menyampaikan materi pembelajaran.

Peserta didik juga diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan cara mereka menerima, memahami, dan mengolah informasi.

Pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak semestinya hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi harus mampu membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, visual, interaktif, dan inklusif.

Oleh karena itu, program tersebut tidak berhenti pada peluncuran platform. Guru-guru peserta juga mengikuti pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan secara bertahap hingga September 2026.

Para guru dibekali kemampuan menggunakan e-learning, menyusun konten pembelajaran digital berbasis visual, serta memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inklusif.

"Guru merupakan aktor penting dalam memastikan teknologi benar-benar memberi dampak di ruang kelas. Platform digital hanyalah alat. Kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan guru membaca kebutuhan peserta didik," katanya.

Menurutnya, EL-SIBERUNG juga diarahkan menjadi ruang belajar bersama bagi guru KKG-PK Zona Palembang. Platform tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengakses materi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi guru untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dari berbagai sekolah luar biasa (SLB).

Sejumlah sekolah yang mengikuti program tersebut, antara lain SLB Negeri Pembina Palembang, SLB Negeri Hayza Nur Ilmi, SLB YPAC, SLB Negeri Banyuasin, dan SLB OPI Jakabaring.

Kolaborasi perguruan tinggi dengan satuan pendidikan khusus menjadi bagian penting dalam pengembangan EL-SIBERUNG.

Unsri memberikan dukungan dari sisi keilmuan dan teknologi, sedangkan KKG-PK Zona Palembang dan sekolah peserta memberikan pengalaman langsung mengenai kebutuhan pembelajaran di ruang kelas.

Anita berharap, kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru pendidikan khusus dapat terus berlanjut setelah program pengabdian kepada masyarakat selesai.

EL-SIBERUNG dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi tidak berhenti sebagai produk teknologi, tetapi dapat menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari.

Keberhasilan inovasi pendidikan tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi peserta didik tunarungu.

Program pengembangan EL-SIBERUNG dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga September 2026 sebagai upaya memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan khusus di Palembang.

"Saya berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru pendidikan khusus tidak berhenti setelah program pengabdian selesai," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.