Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Senin, 24 Agu 2026, 06:00 WIB

BEIJING - Badan Antariksa Berawak Tiongkok pada Minggu (23/8) mengumumkan penundaan misi penelitian Bulan Chang’e-7 yang menjadi bagian dari upaya Beijing untuk mengirim astronaut ke Bulan sebelum 2030. Keputusan tersebut diambil kurang dari dua pekan setelah terjadi kegagalan peluncuran roket yang jarang terjadi.

Badan tersebut mengatakan setelah melakukan “penilaian komprehensif”, misi Chang’e-7 yang menggunakan roket Long March 5 belum memenuhi persyaratan peluncuran sehingga tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal pada tahun ini.

Ket. Foto: Sebuah roket pembawa Jielong-3 yang membawa dua satelit, Dongfang Huiyan Hyperspectral 01 dan 02, lepas landas dari kapal peluncur di lepas pantai Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, pada 5 Agustus 2026. — Sumber: AFP

“Keputusan untuk menunda didasarkan pada prinsip kehati-hatian, keandalan, dan keberhasilan misi secara mutlak,” kata badan tersebut, tanpa menjelaskan secara rinci persyaratan apa yang belum terpenuhi maupun kapan peluncuran akan dijadwalkan kembali.

Misi Chang’e-7 yang bertujuan mencari keberadaan air di kawasan kutub selatan Bulan sebelumnya dijadwalkan meluncur pada akhir pekan atau Senin, menurut laporan media.

Pekan lalu, badan antariksa Tiongkok mengatakan wahana Chang’e-7 dan roket pembawanya telah dipindahkan ke area peluncuran di Wenchang Space Launch Center, Provinsi Hainan, China bagian selatan.

Hingga Rabu, lokasi peluncuran dan seluruh peralatan dilaporkan dalam kondisi baik. Pemeriksaan kemudian dilakukan dengan rencana peluncuran pada periode berikutnya.

Penundaan Chang’e-7 terjadi kurang dari dua pekan setelah laporan media menunjukkan sebuah roket yang diluncurkan dari lokasi yang sama di Hainan meledak di udara dan terlihat seperti bola api oleh warga yang menyaksikan peluncuran.

Misi yang mengalami kegagalan tersebut menggunakan roket Long March 7A yang diluncurkan dari Wenchang Space Launch Site. Kantor berita Xinhua melaporkan adanya “anomali” ketika roket yang membawa satelit komunikasi Zhongxing-4B sedang dalam penerbangan.

Penyebab kegagalan tersebut masih dalam penyelidikan.

Mendaratkan Astronaut

Tiongkok telah menggelontorkan dana miliaran dollar AS untuk mengembangkan program antariksa dalam beberapa tahun terakhir demi mewujudkan apa yang disebut Presiden Xi Jinping sebagai “mimpi antariksa” Tiongkok.

Badan antariksa Tiongkok sebelumnya melaporkan keberhasilan mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya pada Juli. Pencapaian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam ambisi antariksa Tiongkok sekaligus upaya menekan biaya peluncuran.

Tiongkok menargetkan dapat mengirim astronaut dan mendaratkannya di Bulan sebelum 2030. Target tersebut menempatkan Tiongkok dalam persaingan antariksa dengan Amerika Serikat yang juga tengah menjalankan program Artemis untuk kembali membawa manusia ke Bulan.

  • Misi Antariksa

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.