Cincinnati Masters Sajikan Final Ideal Sesama AS

Senin, 24 Agu 2026, 06:36 WIB

CINCINNATI – Final ideal bagi tenis putri Amerika Serikat tersaji di Cincinnati. Coco Gauff dan Jessica Pegula akan berduel memperebutkan gelar Cincinnati Masters setelah keduanya melewati semifinal dengan cara berbeda. Gauff tampil dominan menundukkan petenis kejutan asal Ceko, Sara Bejlek. Sedangkan Pegula menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek melalui pertarungan tiga set yang berlangsung hampir tiga jam.

Gauff menunjukkan kematangan layaknya pemain berpengalaman meski usianya baru 22 tahun. Juara dua turnamen Grand Slam itu mengatasi Bejlek, semifinalis WTA 1000 untuk pertama kalinya, dengan kemenangan 6-4, 6-1, Minggu (23/8). Mengandalkan permainan agresif dan tekanan sejak awal, Gauff memanfaatkan enam dari tujuh peluang break yang didapatnya.

Ket. Foto: Petenis Coco Gauff dari Amerika Serikat melakukan pukulan forehand saat bertanding melawan Sara Bejlek dari Ceko pada hari ke-12 turnamen Cincinnati Open di Lindner Family Tennis Center, Mason, Ohio pada 22 Agustus 2026. — Sumber: Dylan Buell/Getty Images/AFP

Setelah merebut set pertama, petenis Amerika itu semakin sulit dibendung pada set kedua dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan. “Sara adalah pemain dan atlet yang luar biasa. Dia tampil dengan semangat besar dan menjalani pekan yang hebat di Cincinnati. Dia jelas pemain yang patut diperhatikan,” ujar Gauff usai pertandingan.

Gauff, yang pernah menjuarai Cincinnati pada tahun 2023 sebelum melanjutkan kiprahnya dengan merebut gelar Grand Slam pertama di US Open pada tahun yang sama. Kini dia mencapai final WTA 1000 kedelapan sepanjang kariernya. Ia akan memburu gelar WTA ke-12 di partai puncak.

“Saya hanya fokus pada rencana permainan ini. Saya berusaha tidak mengendurkan tekanan karena tahu kapan saja dia bisa bangkit,” ujar Gauff. Final melawan Pegula akan menjadi laga sesama petenis AS yang menarik. Secara head-to-head, Gauff memang masih tertinggal 4-5 dari Pegula. Namun, Gauff memenangi tiga dari empat pertemuan terakhir, termasuk kemenangan tiga set atas Pegula di perempat final Wimbledon.

Pegula lebih dulu memastikan tempat di final setelah menumbangkan Swiatek 7-5, 4-6, 6-4. Petenis berusia 31 tahun itu harus bangkit setelah tertinggal pada set penentuan sebelum akhirnya mengunci kemenangan.

Pertandingan berlangsung penuh perubahan momentum. Kedua pemain silih berganti mematahkan servis lawan dalam kondisi lapangan yang sempat dipengaruhi hujan. Pegula akhirnya memimpin 5-4 pada set ketiga setelah Swiatek menyelamatkan tiga break point.

Kemenangan tersebut membawa Pegula kembali ke final Cincinnati untuk kedua kalinya dalam tiga tahun. Ia membidik gelar WTA 1000 kelima sekaligus trofi ke-12 dalam kariernya. Bagi Swiatek, kekalahan itu membuat peringkatnya turun dari posisi kelima ke kedelapan dunia karena gagal mempertahankan gelar Cincinnati.

Pertemuan Gauff dan Pegula juga menjadi bagian dari pesta tenis AS. “Tiga petenis AS di final,” ujar Gauff, merujuk pada keberhasilan Frances Tiafoe menembus final sektor putra. “Seberapa keren itu? Saya pikir tenis Amerika berada di tangan yang tepat. Kami memiliki banyak pemain putra dan putri hebat.”

Di sektor putra, Arthur Fils melanjutkan kejutan dengan menembus final Masters 1000 untuk pertama kalinya. Petenis Prancis berusia 22 tahun itu menundukkan unggulan ketujuh asal Italia, Flavio Cobolli, 6-3, 6-4 dalam laga semifinal yang berlangsung 68 menit. Pertandingan sempat tertunda 45 menit akibat hujan dan petir. Fils mengaku kondisi tersebut membuatnya lebih tegang ketika harus kembali ke lapangan. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.