Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah
📅 Senin, 24 Agu 2026, 06:18 WIB | Oleh: OpikKejadian yang menimpa Neil menimbulkan kekhawatiran setiap kali anggota merayap di dinding tebing. Namun, tim masih punya target yang harus dikejar.
Empat jalur, berkali-kali mengubah arah
Jalur merah kembali dicoba. Pada pemanjatan berikutnya, progres mencapai sekitar 25 meter. Kebuntuan baru menghadang saat titik pengaman (anchor) selanjutnya raib dari pandangan.
Alih-alih menebak yang berisiko fatal, tim menerbangkan drone untuk meneropong celah tebing, membedah rute sambil bergelantungan membelah angin dengan teknik Single Rope Technique (SRT).
Namun, setelah beberapa kali dilakukan pengecekan, keberadaan titik pengaman tersebut tetap belum dapat dipastikan. Tim akhirnya memilih untuk berpindah.
Secara keseluruhan, tim mencoba empat jalur berbeda. Setiap jalur memberikan cerita dan tantangan yang berbeda. Ada jalur yang hanya menghasilkan progres sekitar 10 meter, ada yang membantu tim memahami karakter tebing, dan ada jalur yang akhirnya memberikan kesempatan untuk mencapai atas tebing yang bisa dipanjat dengan progres tambahan sekitar 30 meter.
Untuk mengantisipasi kebutuhan perlindungan, tim juga memperoleh tambahan piton (paku tebing) dan perlengkapan panjat tradisional dari sekretariat.
Di sinilah Gunung Gajah menunjukkan watak aslinya. Batu andesit itu berdiri angkuh, dingin, dan masif. Tebing itu seolah menolak disusupi piton, tak menyisakan satu pun celah atau rekahan yang cukup untuk bernaung.
Memaksakan paku di tebing yang keras kepala sama saja dengan menggadaikan nyawa. Di atas sana, mereka sadar bahwa ego dan ambisi mencapai target harus tunduk pada hukum keselamatan.
Lelah tidak membuat tim menyerah kalah. Bergeser ke rute lain di dekat pintu masuk, tebing akhirnya sedikit melunak. Di situ, tim berhasil menembus puncak lintasan (top).
Total 60 meter jalur vertikal berhasil “dibaca” dan dipetakan, sebuah kepingan berharga dari misteri tebing Gunung Gajah.
Target awal memang belum sepenuhnya tercapai. Meski begitu, setidaknya empat jalur yang dirintis telah menelanjangi watak asli raksasa andesit ini: menantang dan keras kepala, tetapi luar biasa indah.
Potensi Gunung Gajah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!