Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan
Minggu, 23 Agu 2026, 13:25 WIBPONTIANAK â Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Gregorius Herkulanus Bala, mengimbau seluruh warga peduli untuk bersama-sama menghentikan membakar hutan dan lahan saat kemarau.
âSaya mengajak semua peduli dengan kasus kebakaran hutan dan lahan ini. Jangan sampai tidak mau peduli karena bukan kebunnya yang terbakar. Tidak peduli karena tidak ada kaitan langsung dengan dirinya. Kita jangan ego. Kita ini saling berkaitan satu,â tegas Gregorius Herkulanus Bala saat dihubungi di Sintang, Minggu (23/8).
Ia mengatakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah berkunjung ke Pontianak dalam rangka meninjau lokasi kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
"Perhatian Presiden terhadap persoalan karhutla tersebut menjadi pengingat, kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan serius yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak," kata Gregorius Herkulanus.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh berpikir karhutla hanya menjadi persoalan bagi pemilik lahan atau perkebunan yang terbakar. Dampak kebakaran dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas, mulai dari munculnya asap, menurunnya kualitas udara, terganggunya aktivitas masyarakat hingga dampak terhadap lingkungan.
âKita hidup dalam satu lingkungan yang sama. Kalau ada kebakaran di satu tempat, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang. Karena itu, jangan berpikir ini bukan kebun saya, bukan lahan saya, sehingga saya tidak peduli. Kita harus saling peduli,â ujarnya.
Selain meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, Ia mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan, perkebunan maupun lahan yang kering.
âJangan buang puntung rokok sembarangan apalagi di hutan dan lahan. Setiap kasus kebakaran hutan dan lahan pasti dari api yang kecil. Jangan meremehkan api kecil,â kata Gregorius Herkulanus.
Ia mengingatkan dalam kondisi kemarau, lahan dan vegetasi yang kering sangat mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat apabila tidak segera dipadamkan, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang. Untuk itu, kembali ia meminta masyarakat agar selama kemarau panjang ini menunda pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara membakar.
âDalam kondisi kemarau panjang ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk menunda melakukan pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama,â kata Gregorius Herkulanus.
Ia mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas.
"Pemerintah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, dunia usaha dan masyarakat harus bergerak bersama dalam mencegah dan menangani karhutla. Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita bersama. Mari kita saling mengingatkan, saling menjaga dan saling peduli. Jangan menunggu sampai kebakaran terjadi baru kita bergerak,â ujar Bupati Sintang.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat
- Karhutla
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ditawari Malaysia dan Singapura Bantuan Pemadaman Karhutla, Ini Kata Menko Polkam
-
Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya Sangat Menguntungkan Petani Saat Kekeringan
-
Manufaktur Naik Kelas, Ekspor RI Bidik Pertumbuhan Lebih Kencang
-
Atas Nama Negara, Menhan Sjafrie Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada Personel JMSDF yang Terlibat Penanganan Karhutla
-
Polisi Tangkap Pria DA, Diduga Cabuli Anak di Kebayoran Baru.
-
Kepala BNPB Baru Kristomei Sianturi Diharapkan Mampu Perkuat Penanganan Karhutla
-
Tantangan Berat Menanti Warga Suriah yang Kembali dari Pengungsian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.