Perusahaan AI Bangun Fasilitas di KITB, Batang Bidik Investasi Teknologi
Rabu, 16 Sep 2026, 17:20 WIBBATANG â Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mulai menarik perhatian investor yang bergerak di sektor kecerdasan buatan (AI), seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital dan pusat data.
Tren tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri tidak lagi hanya menjadi basis manufaktur, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekosistem teknologi yang membutuhkan dukungan energi, konektivitas, dan infrastruktur digital yang andal.
Minat investor AI ke KITB sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk menangkap investasi bernilai tambah dan memperkuat posisi dalam rantai ekonomi digital global.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginformasikan perusahaan berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) akan membangun fasilitas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
"Perusahaan tersebut mulai membangun fasilitasnya di KITB pada 2027. Kemungkinan besar tahun depan sudah mulai dibangun," kata Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu (16/9).
Menurut dia, pemerintah daerah terus mempersiapkan sejumlah kebutuhan dasar untuk mendukung masuknya investasi baru ke daerah.
Berdasar perhatian investor, kata dia, ada dua aspek utama yang menjadi perhatikan yaitu kepastian energi dan kepastian tenaga kerja.
"Kalau kita, investasi itu kan selalu bicara dua hal ya. Mereka terkait dengan kepastian energi, kemudian kepastian tenaga kerja, itu yang kemudian dibutuhkan," katanya.
Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan para investor, pihaknya berupaya memastikan kedua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik sehingga proses investasi dapat berjalan sesuai rencana.
"Nah, kita mengupayakan supaya itu nanti bisa fulfill dengan baik," katanya.
Ia menjelaskan rencana masuknya investasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan ini akan menambah daftar investasi berbasis teknologi yang diarahkan berkembang di kawasan industri Batang.
"Kami menyatakan terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang mendukung perkembangan industri di daerah," katanya.
Masuknya minat investor sektor AI ke KITB menjadi sinyal bahwa kawasan industri tersebut mulai bergerak mengikuti perubahan lanskap investasi menuju sektor teknologi bernilai tambah tinggi.
Tantangannya, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur digital, pasokan energi yang andal, kualitas sumber daya manusia, serta kepastian berusaha.
Jika mampu dipenuhi secara konsisten, kehadiran investasi AI dapat memperluas fungsi KITB dari sekadar kawasan industri menjadi salah satu simpul pengembangan ekonomi digital dan teknologi di Indonesia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan Orang Dikhawatirkan Tewas Terinjak-injak dalam Festival Kumbh Mela di India
-
WNA China Produksi 842 Vape Etomidate Senilai Rp2 Miliar di Apartemen Jakarta Utara
-
6 Cara Mudah Kurangi Kerutan di Wajah Tanpa Perlu Perawatan Mahal ke Klinik
-
Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.