Film Resident Evil Terbaru Bawa Nuansa Gim ke Layar Lebar, Fokus Horor
Rabu, 16 Sep 2026, 17:10 WIBJAKARTA - Film terbaru Resident Evil membawa pendekatan berbeda dalam mengadaptasi waralaba gim populer tersebut ke layar lebar. Sutradara asal Amerika Serikat Zach Cregger memilih mempertahankan semangat dan nuansa permainan dibandingkan mengangkat langsung karakter atau alur cerita dari gim.
Cregger yang dikenal melalui film Weapons dan Barbarian merupakan penggemar berat waralaba Resident Evil. Ketika dipercaya menggarap film terbaru tersebut, ia menetapkan satu tujuan utama, yakni membuat adaptasi yang tetap terasa autentik dengan pengalaman bermain gim.
"Bersikap autentik terhadap semangat permainan tersebut," ujar Cregger seperti dikutip AFP dalam wawancara.
Untuk mewujudkan pendekatan tersebut, Cregger menggunakan bahasa visual yang terinspirasi dari video game. Kamera ditempatkan sedemikian rupa untuk mengikuti sudut pandang karakter utama, Bryan, yang diperankan oleh Austin Abrams.
Cregger mengatakan cerita film tersebut menggunakan karakter baru dan tidak secara langsung mengikuti karakter maupun alur cerita dari seri gim Resident Evil. Meski demikian, ia ingin penonton, terutama para pemain gim, tetap merasakan pengalaman yang memiliki kemiripan dengan gameplay.
"Ini karakter baru, tetapi ceritanya harus terasa seperti gameplay-nya," kata Cregger kepada AFP.
Film tersebut mengisahkan Bryan, seorang kurir yang menerima pekerjaan mengantarkan sesuatu pada malam hari. Pekerjaan yang awalnya terlihat biasa itu kemudian berubah menjadi pengalaman mengerikan setelah ia tiba di sebuah rumah sakit.
Penggunaan kamera menjadi salah satu cara Cregger untuk menghadirkan pengalaman seperti bermain gim. Kamera berada di belakang Abrams dan bergerak mengikuti arah pandangan karakter sehingga penonton dapat merasakan seolah-olah berada dalam perspektif protagonis.
Cregger juga memasukkan elemen perkembangan persenjataan yang menjadi bagian dari pengalaman dalam gim Resident Evil. Perjalanan Bryan akan memperlihatkan perubahan senjata yang digunakannya seiring dengan meningkatnya ancaman yang harus dihadapi.
"Anda mulai dengan pistol, lalu Anda mendapatkan senapan, kemudian Anda mendapatkan senapan mesin," jelas Cregger.
Menurut Cregger, pola tersebut diharapkan dapat dikenali oleh penggemar gim yang menyaksikan filmnya. Ia ingin berbagai elemen yang familiar dari permainan hadir dalam bentuk sinematik tanpa harus mengulang cerita yang sudah ada dalam waralaba.
"Saya merasa orang-orang yang memainkan gim ini... akan mengenali banyak aspek dari gim tersebut dalam film ini," ujarnya.
Berbeda dari sejumlah adaptasi Resident Evil sebelumnya yang lebih banyak menonjolkan unsur aksi, Cregger memilih membawa film terbarunya lebih jauh ke genre horor. Ia ingin membangun rasa takut secara perlahan seperti yang menjadi salah satu karakteristik pengalaman dalam seri gim tersebut.
"Saya ingin benar-benar menekankan unsur horor, dan rasa takut yang perlahan-lahan muncul yang telah berhasil ditampilkan dengan baik dalam semua seri game ini," kata Cregger.
Meski menitikberatkan pada horor, film tersebut tetap menghadirkan berbagai adegan aksi. Austin Abrams bahkan harus menjaga kondisi fisiknya selama proses produksi agar mampu menjalani rangkaian adegan yang menuntut aktivitas fisik.
Abrams mengatakan dirinya tidak ingin Bryan terlihat seperti sosok pahlawan super yang sejak awal sudah memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman. Menurutnya, karakter tersebut justru perlu terlihat seperti orang biasa yang dipaksa bertahan dalam situasi yang berada di luar kemampuannya.
"Sebagian dari tantangannya adalah... saya ingin karakter tersebut bukan seseorang yang terlihat mampu melakukan hal ini," kata Abrams.
Aktor berusia 30 tahun tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah memainkan Resident Evil sebelum mendapatkan peran utama dalam film ini. Setelah bergabung dalam produksi, ia kemudian mulai mengenal lebih dekat tantangan yang harus dihadapi karakter Bryan.
Abrams bahkan merasa semakin terlihat bugar karakter tersebut, semakin mudah bagi penonton untuk percaya bahwa Bryan mampu menghadapi situasi berbahaya. Karena itu, aspek fisik karakter menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar tetap sesuai dengan gambaran orang biasa yang terjebak dalam mimpi buruk.
Cregger menyadari bahwa pendekatannya mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan seluruh penggemar Resident Evil. Terutama karena film tersebut menggunakan cerita orisinal dan tidak menjadikan karakter atau detail tertentu dari gim sebagai pusat cerita.
"Saya minta maaf karena film ini bukan seperti itu, tetapi saya merasa jika saya melakukan itu, saya akan merusaknya," kata Cregger.
Ia menilai pendekatan cerita orisinal merupakan cara yang paling sesuai untuk merayakan elemen-elemen yang disukainya dari waralaba tersebut. Film Resident Evil terbaru dijadwalkan tayang di bioskop pada Jumat, 18 September 2026.
"Bagi saya, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menceritakan kisah orisinal yang merayakan semua hal yang saya sukai dari permainan ini," ujar Cregger.
- Film Hollywood
- Film Bioskop
- Resident Evil
- Film adaptasi
- Film Horor
- Film Resident Evil
- Film Thriller
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dibintangi Michael Fassbender dan Alicia Vikander, 'Hope' Tembus 4,5 Juta Penonton di Korea, Mulai Diputar di Indonesia dan Empat Benua
-
Pemkot Samarinda Perkuat Program Tamasya Wujudkan Kota Layak Anak
-
Penurunan jumlah penduduk miskin DKI Jakarta
-
Joko Anwar Mulai Garap "Pengabdi Setan 3", Tayang Tahun Depan!
-
Jelang HUT 81 RI, Satpol PP DKI Siagakan 940 Personel Kawal Kirab Bendera hingga Karnaval
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.