Menteri LH Ungkap Fakta Mengejutkan: Bakar 1-2 Hektare Lahan Bisa Berdampak Ribuan Hektare
Sabtu, 22 Agu 2026, 00:46 WIBPEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan pembakaran lahan seluas satu hingga dua hektare (ha) dapat berdampak terhadap kawasan yang jauh lebih luas hingga ribuan ha sehingga membuat pemerintah harus memperkuat pencegahan dan penanganan.
"Karena mereka membakar 1-2 hektare, tapi dampaknya bisa ribuan hektare," katanya saat menghadiri pembukaan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) 2026 di Pekanbaru, Riau, Jumat.
Jumhur mengatakan pemerintah memanfaatkan pemantauan satelit untuk mendeteksi panas di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Ketika ditemukan asap atau titik api, penanganan segera dilakukan untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitarnya.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Manggala Agni, Polri, TNI, serta masyarakat peduli api yang bekerja bersama mempercepat pemadaman ketika titik api ditemukan.
Jumhur juga menyoroti praktik pembakaran lahan untuk berladang yang menurutnya masih diperbolehkan dalam sejumlah Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub).
"Bahkan ada Perda/Pergub yang memperbolehkan mau berladang itu dengan membakar ladang. Itu masih ada. Tapi itu sudah kita surati bahwa itu tidak boleh lagi," ujarnya.
Terkait wilayah konsesi, Jumhur mengatakan pihaknya hingga saat ini tidak menerima laporan adanya kebakaran di kawasan konsesi perusahaan. Pengelola konsesi diminta melakukan mitigasi, antara lain menjaga tinggi muka air tanah gambut dan membuat sekat kanal apabila kondisi air berada di bawah batas yang ditentukan.
"Pemerintah juga telah mengumpulkan sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi di seluruh Indonesia untuk memastikan langkah mitigasi kebakaran dilakukan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Even Sembiring mengatakan pihaknya memiliki hasil pemantauan yang berbeda terkait titik api di wilayah perusahaan. WALHI, katanya, melakukan analisis citra satelit, pengecekan lapangan, dan telah menyampaikan temuan tersebut kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau.
"Data kita mungkin berbeda ya. Di Riau kami telah menyampaikan ke Pak Kapolda, beberapa perusahaan juga ada ditemukan titik api," papar Boy.
- Kebakaran Hutan
- Karhutla
- Cegah Karhutla
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Pasar Murah Jatim Digelar, Khofifah Ungkap Strategi Jaga Daya Beli Warga di Tengah Gejolak Harga Pangan
-
Kebakaran Hutan Meluas di California, Melahap Rumah-rumah Mewah Bernilai Jutaan Dolar
-
Anabul Sakit? Ini Jadwal Mobil Klinik Hewan Keliling di Jaktim Selama Bulan Oktober
-
Pulih dari Cedera, Dony Tri Pamungkas Optimistis Persija Dapat 3 Poin Lawan PSIM
-
Makassar Bakal Punya Perda HIV, Upaya Perkuat Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS
-
Antisipasi Kabut Asap, Polres Aceh Barat Bagikan 1.000 Masker
-
Cetak 1 Gol dan 2 Assist di Laga Terakhir! Lionel Messi Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.