Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Sabtu, 22 Agu 2026, 08:30 WIB

JAKARTA - Indonesia dan Tiongkok mendukung implementasi Declaration of the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC) dan mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) dalam kerangka ASEAN-Tiongkok dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Jumat (21/8), hal itu disampaikan dalam Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok yang diselenggarakan di Kemlu RI.

Ket. Foto: Menlu RI Sugiono (kedua kanan), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan), Menlu Tiongkok Wang Yi (kedua kiri), dan Menhan Tiongkok Dong Jun (kiri) berfoto bersama dalam Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok di Jakarta, Jumat — Sumber: Antara

Mekanisme dialog tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun pada Jumat.

Indonesia dan Tiongkok juga membahas penguatan kerja sama ASEAN-Tiongkok dan pentingnya menjaga stabilitas hubungan antarkekuatan besar. Indonesia menekankan bahwa penguatan integrasi ekonomi regional dapat turut menciptakan kawasan yang damai, stabil dan sejahtera.

Selain itu, Indonesia juga menegaskan bahwa di tengah situasi internasional yang masih penuh tekanan, dialog merupakan suatu keharusan untuk membangun kepercayaan, mencapai pemahaman bersama, dan menjaga landasan bagi kerja sama.

“Kawasan kita membutuhkan kemitraan yang dibangun atas dasar prinsip saling menghormati dan saling pengertian untuk menjaga kawasan tetap damai, terbuka, dan inklusif,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Kedua delegasi sepakat memperkuat kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan, termasuk penegakan hukum, pemberantasan kejahatan lintas negara, serta keamanan siber melalui peningkatan kapasitas, pertukaran informasi, aksi bersama, dan dialog teknis.

Terkait bidang pertahanan, Indonesia dan Tiongkok sepakat memperkuat mekanisme military-to-military antara TNI dan People’s Liberation Army (PLA) dan pertemuan kementerian pertahanan kedua negara.

Indonesia pun menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif dengan berbagai negara mitra, termasuk Tiongkok.

Selain itu, kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah dan menekankan pentingnya upaya-upaya internasional untuk mendorong terwujudnya solusi politik yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Dialog 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kali ini, melengkapi kerja sama bilateral dalam lima pilar strategis, terutama keamanan, sebagaimana disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sejak November 2024.

  • RI-Tiongkok

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.