Demi Jinakkan Wabah Ebola yang Kian Meluas, Tiongkok Terbangkan Tim Ahli ke Kongo

Selasa, 02 Jun 2026, 16:22 WIB

BEIJING - Pemerintah Tiongkok mengungkapkan pihaknya memberikan dukungan kepada Republik Demokratik Kongo (DRC) dan bekerja sama dengan Uni Afrika untuk mengatasi wabah Ebola di kawasan Afrika Barat.

"Pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC, dan khususnya mengirim tim ahli medis untuk layanan dan bantuan medis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (1/6).

Ket. Foto: — Sumber: AFP/GLODY MURHABAZI

Selain itu, Tiongkok juga memberikan bantuan kepada Komisi Uni Afrika dan terlibat dalam kerja sama dengan mereka dalam pencegahan dan pengendalian Ebola, kata Lin Jian, menambahkan.

Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) disebut dalam tingkatan yang sangat mengkhawatirkan menurut organisasi " Medecins Sans Frontieres" (Doctors Without Borders).

Menurut Direktur operasi "Doctors Without Borders" Alan Gonzalez mengatakan kecepatan penyebaran Ebola belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka yang berada di lapangan tidak mampu mengimbangi hal tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan dugaan kasus Ebola baru ditemukan setiap hari, tapi proses pemeriksaan yang lamban menghambat hasil diagnosis tepat waktu.

Kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar situasi tersebut, setidaknya dapat dikendalikan sebagian, kata Tedros.

"Kami turut prihatin atas wabah Ebola baru di DRC. Saat memimpin pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa Tiongkok akan selalu bergegas membantu ketika krisis publik besar terjadi," tambah Lin Jian.

Mengutip Wang Yi, Lin Jian menyebut bahwa pada 2015, Tiongkok memberikan dukungan besar kepada tiga negara Afrika Barat yang memerangi Ebola, dan Tiongkok sekarang siap untuk secara aktif membantu negara-negara yang terkena wabah terbaru, termasuk DRC.

"Dukungan Tiongkok juga diberikan kepada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika dalam hal ini untuk meningkatkan kemampuan negara-negara Afrika dalam memerangi wabah tersebut," ungkap Lin JIan.

Mendukung respons negara-negara Afrika terhadap Ebola, menurut Lin Jian, adalah contoh nyata dari pembangunan komunitas Tiongkok-Afrika yang selalu siap menghadapi segala tantangan dengan masa depan bersama untuk era baru, dan juga merupakan bagian penting dari sepuluh aksi kemitraan KTT FOCAC Beijing 2024.

"Tiongkok telah mengirimkan 45 tim medis, dengan total lebih dari 900 anggota, ke 44 negara Afrika. Saat ini, tim medis Tiongkok berada di lapangan memerangi penyakit tersebut bahu-membahu dengan masyarakat Afrika," kata Lin Jian.

Lin Jian menambahkan bahwa Tiongkok menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan yang lebih konkret untuk membantu DRC dan negara-negara Afrika lainnya mengalahkan wabah tersebut secepat mungkin.

WHO sendiri telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Organisasi internasional itu menyebut lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Otoritas kesehatan Kongo menyatakan kasus suspek baru terus ditemukan, dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus yang tercatat sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei.

Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Penyebaran Ebola di DRC dan Kongo disebut semakin parah karena Amerika Serikat menarik pendanaan dari WHO, membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), melakukan pemotongan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, dan sedang dalam proses mengurangi total bantuan kesehatan yang diberikan kepada DRC dan Uganda, negara-negara yang menjadi pusat epidemi.

Semua langkah tersebut telah melemahkan sistem kesehatan global yang sangat penting untuk respons yang efektif terhadap wabah seperti ini.

Para pejabat AS disebut baru mengetahui tentang wabah tersebut sembilan hari setelah WHO mengetahuinya, hampir sebulan setelah orang pertama meninggal.

Keterlambatan dalam mengkonfirmasi wabah tersebut sebagian disebabkan karena sampel dibawa ke laboratorium nasional di Kinshasa, Kongo, pada suhu yang salah. Tugas itu sebelumnya akan dikelola oleh USAID.

Kondisi itu sangat berbeda misalnya dengan wabah Ebola pada 2014, saat USAI menangani pendirian klinik, impor ambulans, menghubungi orang-orang dengan kasus yang dicurigai, dan menyediakan staf untuk fasilitas isolasi.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.