Viral! Debit Sungai Barito Turun, KemenPU: Transportasi Air Masih Beroperasi
Jumat, 21 Agu 2026, 20:46 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan alur utama Sungai Barito di sekitar wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih berair dan dapat dilalui kapal maupun perahu.
Kepastian itu disampaikan setelah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melakukan pemantauan langsung pada Jumat (21/8). Pemantauan dilakukan menyusul beredarnya video di media sosial yang menampilkan hamparan pasir di tengah Sungai Barito.
Kepala BWS Kalimantan III Sandi Eriyanto menjelaskan, penurunan muka dan debit air memang terjadi akibat musim kemarau. Di sejumlah bagian sungai juga terlihat gosong atau hamparan pasir yang cukup luas.
âNamun hamparan pasir yang terlihat dalam video merupakan bagian sungai yang tidak teraliri air akibat turunnya muka air. Ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai,â kata Sandi dari Barito, Kalteng, Jumat (21/8).
Menurut Sandi, pengambilan video yang viral dilakukan dari atas Jembatan Kalahien. Dari sudut tersebut, gosong yang luas memberi kesan seolah-olah sungai mengalami kekeringan total. Padahal berdasarkan pemantauan, lebar alur utama yang masih berair diperkirakan sekitar 100 meter.
Pemantauan Terus Dilakukan
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan air merupakan fondasi penting bagi kehidupan sehingga ketersediaannya harus dijaga.Â
âAir merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,â ujar Menteri Dody.
Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III akan terus memantau kondisi muka air dan alur Sungai Barito selama periode musim kemarau. Pemantauan ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak penurunan muka air terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi sungai.
Kementerian PU juga mengimbau masyarakat agar melihat informasi kondisi Sungai Barito secara menyeluruh, tidak hanya dari satu sudut pengambilan gambar. Penurunan muka air dan munculnya gosong merupakan hal wajar pada musim kemarau, sementara alur utama di lokasi pemantauan masih berfungsi normal.
- Kalimantan Tengah
- Sungai Barito
- Kementerian PU
- Fenomena Kemarau
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
-
93 Sekolah Rakyat Permanen Dibangun! Prabowo: Ini Cara Putus Rantai Kemiskinan
-
Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
-
Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Palangka Raya, Hadirkan Ribuan Pilihan Warna
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.