• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mana yang Lebih Sehat, Gar...

Mana yang Lebih Sehat, Garam Himalaya atau Garam Laut? Ini Jawabannya!

Jumat, 21 Agu 2026, 04:17 WIB

JAKARTA - Garam Himalaya dan garam laut atau sea salt sama-sama mengandung sejumlah mineral alami, tetapi perbedaan kandungannya dinilai tidak memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Melansir laman Health pada Kamis (20/8), kedua jenis garam tersebut sebagian besar terdiri atas natrium dan klorida. Keduanya juga mengandung sejumlah kecil magnesium, kalium, kalsium, tembaga, mangan, dan zat besi.

Ket. Foto: Petani mengolah garam beryodium di Desa Kedungmutih, Wedung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (5/8). Sejumlah petani garam di kawasan tersebut berupaya menjaga dan menstabilkan harga garam krosok saat panen raya di tengah anjloknya harga di tingkat petani dari sekitar Rp250 ribu menjadi Rp60 ribu per kuintal dengan meningkatkan kualitas kristal garam. — Sumber: ANTARA/Aprillio Akbar

Namun, jumlah mineral tersebut terlalu kecil untuk memberikan manfaat signifikan dalam jumlah garam yang aman dikonsumsi setiap hari. Satu sendok teh garam bahkan sudah mengandung natrium dalam jumlah yang mendekati atau melebihi batas ideal 1.500 miligram per hari, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.

Garam Himalaya berasal dari tambang garam bawah tanah, sedangkan garam laut diperoleh dari air laut melalui proses penguapan menggunakan matahari dan angin.

Keduanya tergolong minim pemrosesan. Garam Himalaya umumnya berwarna merah muda karena kandungan oksida besi, sedangkan garam laut biasanya berwarna putih atau sedikit abu-abu akibat mineral yang terkandung di dalamnya.

Meski kerap dianggap lebih sehat daripada garam meja, garam Himalaya dan garam laut tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Perbedaan kadar natrium antarkedua jenis garam juga relatif kecil sehingga tidak memberikan keuntungan kesehatan yang berarti.

Konsumen juga perlu memperhatikan potensi kontaminasi. Garam Himalaya dapat mengandung logam seperti aluminium, barium, silikon, dan kemungkinan timbal. Sementara itu, garam laut berpotensi mengandung mikroplastik akibat pencemaran lingkungan laut.

Kedua jenis garam tersebut juga bukan sumber yodium yang cukup. Garam meja biasanya diperkaya dengan yodium untuk membantu mencegah kekurangan yodium yang dapat mengganggu fungsi tiroid.

Yodium juga dapat diperoleh dari makanan seperti ikan, rumput laut, dan telur.

Karena itu, memilih garam Himalaya atau garam laut sebaiknya didasarkan pada rasa dan kebutuhan memasak, bukan anggapan bahwa salah satunya jauh lebih sehat. Yang lebih penting, jumlah garam yang dikonsumsi tetap dibatasi. Ant

Perbandingan Nutrisi dan Karakteristik

Fitur Garam Himalaya Garam Laut (Sea Salt)
Asal Sumber Tambang garam kuno Khewra di Pakistan. Penguapan air laut modern.
Kandungan Mineral Kaya zat besi, kalium, dan magnesium. Mengandung magnesium, kalium, dan zink.
Kadar Natrium Sedikit lebih rendah dari garam dapur. Setara dengan garam dapur.
Kandungan Yodium Sangat rendah secara alami. Sangat rendah secara alami.
Risiko Kontaminasi Logam berat seperti aluminium atau silikon. Mikroplastik akibat polusi laut.

  • garam himalaya

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Menag Nasaruddin Umar Bertemu Kedubes Arab Saudi, Bahas Undangan Syekh Sudais ke IGIC 2026.

Trump Beri Sinyal Mengejutkan, Perundingan AS-Iran Bisa Dilanjutkan

Hasil Play-off Liga Europa: Benfica Hancurkan AGF, Anderlecht Bantai Kairat

Jadwal Liga Inggris: Laga Arsenal Vs Coventry City Jadi Pembuka

Hasil Liga Spanyol: Rayo Vallecano dan Alaves Berbagi Poin 1-1

49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, BPBD Waspadai Potensi Karhutla

Peringatan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Yogyakarta, Masyarakat Diminta Waspada

Ini Jadwal Liga Inggris: Arsenal Langsung Tantang Coventry City di Pekan Pembuka

Festival Cilung 2026 Hadirkan Perahu Hias dari Botol Plastik Karya UPS Badan Air Kembangan Jakbar

Kebakaran Hebat! 48 Ruko di Pasar Sungai Duri Bengkayang Ludes Dilalap Api

Awas! Bahaya Pakai Sepatu yang Kekecilan, Ini Efek Kesehatan pada Kaki

Gebrakan Baru Tesla! Model AI Doubao China Bakal Dukung Sistem Kendaraan

Teknologi Makin Canggih, Shenzhen Gaspol Terapkan Kendaraan Otonom untuk Logistik

Taiwan Tawarkan Teknologi Pertanian Cerdas ke Indonesia, Bidik Ketahanan Pangan dan Ekspor

Whoosh Jadi Panggung Budaya! KCIC Suguhkan Pertunjukan Spesial untuk Penumpang

BI Gelar Pameran Karya Kreatif Indonesia, Hadirkan Produk Unggulan 550 UMKM

Kemarau Picu Kematian Ikan Keramba di Sungai Batanghari, Petani Merugi

Taiwan Tertarik Garap Pertanian Cerdas di Indonesia, Teknologi Jadi Kunci

Duka Gempa NTT Sampai ke Vatikan, Paus Leo Sampaikan Belasungkawa

Kabar Baik untuk Pelaku Koperasi! DPRD Banjarmasin Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.