• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Akamai Dipilih sebagai Mit...

Akamai Dipilih sebagai Mitra Strategis WWT ARMOR, Perkuat Keamanan AI Perusahaan

Minggu, 19 Jul 2026, 20:55 WIB

JAKARTA – Akamai mengumumkan telah terpilih sebagai mitra keamanan strategis dalam AI Readiness Model for Operational Resilience (ARMOR) yang dikembangkan World Wide Technology (WWT). Kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan memperkuat keamanan saat mengadopsi kecerdasan buatan (AI), sekaligus menjembatani kebutuhan inovasi dengan perlindungan terhadap ancaman siber.

Dalam kemitraan tersebut, Akamai menjadi fondasi arsitektur keamanan bagi AI factory yang dibangun WWT dan dipercepat oleh teknologi Nvidia. Kolaborasi strategis ini dirancang untuk menghadirkan infrastruktur kecerdasan buatan yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga memiliki perlindungan siber yang kokoh dan tepercaya.

Ket. Foto: Ilustrasi keamanan AI. Akamai menjadi mitra strategis WWT ARMOR untuk menghadirkan framework keamanan AI berbasis Nvidia yang membantu perusahaan mengadopsi AI dengan perlindungan siber yang lebih kuat. — Sumber: Akamai

Menurut Akamai, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi AI, semakin besar pula tantangan dalam menjaga keseimbangan antara performa komputasi dan keamanan. Selama ini, solusi keamanan konvensional dinilai kerap membebani sumber daya komputasi yang seharusnya digunakan untuk menjalankan beban kerja AI.

Melalui ARMOR, Akamai dan WWT mengatasi tantangan tersebut dengan mengintegrasikan perangkat lunak keamanan Akamai langsung ke dalam Nvidia BlueField Data Processing Units (DPUs), sehingga perlindungan dapat berjalan tanpa mengurangi performa sistem AI.

WWT menyebut ARMOR sebagai framework keamanan AI holistik dan netral vendor pertama di industri. Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada platform cloud tertentu, ARMOR dirancang mencakup enam aspek utama, yakni tata kelola, risiko dan kepatuhan (GRC), perlindungan model AI, operasi AI yang aman, keamanan infrastruktur, perlindungan data, serta sistem pengembangan perangkat lunak yang aman (Secure Software Development Lifecycle/SDLC).

“Sebelum adanya ARMOR, banyak organisasi sering kali terpaksa menyusun strategi keamanan yang terpisah-pisah,” kata PJ Joseph, Executive Vice President, Global Sales and Services di Akamai melalui siaran pers pada hari Jumat (17/7).

“Dengan menyelaraskan portofolio kami dengan kerangka kerja ini, kami menyediakan metodologi proaktif untuk mengisolasi kluster AI berskala besar dan mencegah pergerakan lateral ancaman tanpa mengorbankan kinerja yang dibutuhkan dalam pelatihan dan inferensi AI,” tambahnya.

Dalam implementasinya, Akamai menghadirkan tiga pilar utama pada framework ARMOR. Pertama, mengurangi beban keamanan atau security tax dengan memindahkan segmentasi keamanan Akamai Guardicore ke Nvidia BlueField.

Pendekatan tersebut memungkinkan lingkungan AI tetap beroperasi secara optimal sekaligus menciptakan lapisan perlindungan yang tetap aktif meskipun sistem operasi utama mengalami kompromi. Akamai mengklaim pendekatan tersebut mampu mempercepat proses penanggulangan ransomware rata-rata 21,4 persen dan hingga 32,6 persen pada perusahaan berskala besar.

Kedua, memperkuat keamanan agentic AI dan data lake melalui Akamai API Security yang dirancang memantau lalu lintas antarkomponen AI serta mencegah akses tidak sah terhadap data sensitif yang menjadi sumber pelatihan large language models (LLMs).

Ketiga, menghadirkan perlindungan menyeluruh melalui integrasi layanan mitigasi serangan Distributed Denial of Service (DDoS) Prolexic guna melindungi infrastruktur AI dari serangan siber berskala besar yang berpotensi mengganggu operasional.

WWT juga mengintegrasikan solusi Akamai ke dalam Advanced Technology Center (ATC), yang berfungsi sebagai lingkungan pengujian global bagi berbagai arsitektur AI. Langkah tersebut diharapkan membantu perusahaan tidak hanya memenuhi standar kepatuhan keamanan, tetapi juga membangun ketahanan siber yang lebih komprehensif.

Global Vice President of Cybersecurity WWT, Chris Konrad, mengatakan keamanan AI tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu penyedia teknologi. Menurutnya, kolaborasi dengan Akamai memungkinkan perusahaan mengembangkan implementasi AI yang lebih aman dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan bisnis di masa depan.

Akamai merupakan perusahaan penyedia layanan keamanan siber dan komputasi cloud yang menyediakan solusi perlindungan aplikasi, data, dan infrastruktur digital bagi berbagai organisasi di seluruh dunia. Melalui kolaborasi dengan WWT dan Nvidia, perusahaan berharap dapat membantu mempercepat adopsi AI perusahaan tanpa mengabaikan aspek keamanan siber.

  • Teknologi AI
  • Akamai
  • Artificial Intelligence
  • kecerdasan buatan
  • WWT
  • ARMOR

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.