Berpotensi Merevolusi Dunia Medis hingga Antariksa
Kamis, 16 Jul 2026, 07:15 WIBDI BALIK sifatnya yang unik, Amorphous Solid Water (ASW) atau air padat amorf menyimpan potensi besar yang jauh melampaui rasa penasaran para fisikawan. Memahami bagaimana air dapat berada dalam fase padat tanpa membentuk struktur kristal yang teratur membuka peluang bagi berbagai inovasi, mulai dari dunia medis hingga eksplorasi antariksa.
Meski penelitian mengenai ASW masih berada pada tahap fundamental, banyak ilmuwan meyakini bahwa pengetahuan tentang material ini dapat menjadi fondasi bagi teknologi masa depan.
Salah satu bidang yang paling berpotensi merasakan manfaat dari penelitian ASW adalah dunia kedokteran, khususnya kriopreservasi atau teknologi penyimpanan jaringan biologis pada suhu sangat rendah.
Selama ini, tantangan terbesar dalam membekukan organ donor adalah terbentuknya kristal es di dalam sel. Kristal tersebut dapat merobek membran sel dan merusak jaringan, sehingga organ yang dibekukan sulit digunakan kembali untuk transplantasi. Sebaliknya, pada fase amorf, air tidak membentuk kristal tajam. Molekul-molekulnya membeku dalam susunan acak menyerupai kaca, sehingga risiko kerusakan jaringan dapat ditekan.
âKunci dari kriopreservasi yang sukses adalah menghindari pembentukan es kristal sama sekali,â jelas Dr. Thomas Loerting, peneliti kimia fisik terkemuka. âDengan merekayasa air agar membeku menjadi fase amorf mirip kaca, kita dapat menjaga keutuhan struktur seluler organ tanpa merusaknya.â
Prinsip inilah yang menjadi dasar pengembangan teknik vitrifikasi, yaitu proses mengubah cairan menjadi keadaan seperti kaca tanpa pembentukan kristal es. Saat ini, vitrifikasi telah digunakan dalam penyimpanan embrio, sel telur, sperma, dan beberapa jenis jaringan biologis.Â
Ke depan, pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku ASW diharapkan mampu memperpanjang masa simpan organ donor seperti ginjal, hati, maupun jantung, sehingga peluang keberhasilan transplantasi dapat meningkat drastis.
Manfaat lainnya muncul pada bidang terapi regeneratif. Pengembangan terapi berbasis sel punca (stem cell) maupun terapi sel imun membutuhkan metode penyimpanan yang mampu menjaga sel tetap hidup dalam waktu lama.Â
Semakin sedikit kristal es yang terbentuk selama proses pembekuan, semakin tinggi tingkat kelangsungan hidup sel setelah dicairkan kembali. Oleh karena itu, penelitian mengenai air amorf menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan teknik penyimpanan sel yang lebih aman dan efisien. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.