AirNav Pastikan Layanan Navigasi Dukung Penanganan Gempa NTT
Senin, 17 Agu 2026, 16:15 WIBTANGERANG â AirNav Indonesia memastikan dukungan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan secara optimal di tengah dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.Â
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno. Menurutnya, meskipun sejumlah fasilitas pelayanan navigasi penerbangan terdampak, AirNav Indonesia terus menjaga operasional layanan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, guna mendukung kelancaran proses evakuasi serta distribusi bantuan melalui jalur udara dari dan menuju wilayah terdampak.
"Berdasarkan laporan terakhir yang kami himpun, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav Indonesia antara lain terdapat di Unit Bajawa, Unit Ruteng, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, serta Cabang Pembantu Labuan Bajo. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan tower. Sementara itu, fasilitas AirNav Indonesia di Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar berdasarkan pemantauan sementara dalam kondisi aman," ungkap Avirianto dalam keterangan resmi yang dirilis kemarin.
Namun demikian, dia menegaskan, manajemen AirNav Indonesia memprioritaskan agar pelayanan navigasi penerbangan tetap dapat dilaksanakan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Langkah tersebut dilakukan melalui asesmen kondisi fasilitas, penerapan skema kontingensi, serta pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.
"Alhamdulillah, seluruh personel AirNav Indonesia di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Secara internal, keamanan dan keselamatan pegawai juga menjadi salah satu prioritas manajemen, " imbuh Avirianto.
Saat ini, pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih terus dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah.
Dalam pelaksanaannya, AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kesiapan operasional dan keselamatan penerbangan.
Dukungan pelayanan navigasi penerbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas udara, khususnya untuk mendukung proses evakuasi masyarakat, mobilisasi personel, serta distribusi bantuan kemanusiaan dari dan menuju wilayah terdampak.
Sejalan dengan langkah penanganan kebencanaan yang dikoordinasikan pemerintah, AirNav Indonesia terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan dukungan pelayanan navigasi penerbangan bagi kebutuhan penanganan darurat serta pemulihan di wilayah terdampak.
"Ada contigency plan yang kami alankan dalam situasi seperti ini. Sejalan dengan itu, perkembangan kondisi fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan akan terus dipantau dan disampaikan secata berkala kepada pemerintah, sesuai hasil verifikasi serta perkembangan situasi di lapangan," pungkas Avirianto.
- Penanganan Korban Gempa NTT
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen dan Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Pendidikan Aman Serta Nyaman
-
Bupati Luwu Antar Anak di Hari Pertama Sekolah 2026, Dukung Gerakan Gamas.
-
Wamen: Kemendag Perkuat Ketahanan Perdagangan melalui Diversifikasi Pasar
-
Batam Jadi Lokasi “Pabrik AI” Raksasa Nvidia - Firmus, Siap Tampung 170.000 Chip Akselerator AI
-
12 Meninggal Dunia akibat Kecelakaan di Indramayu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.