Synchronize Fest 2026 Masuki Tahun ke-11 dengan Semangat Gerakan Musik Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026, 17:45 WIBJAKARTA - Synchronize Fest kembali hadir pada tahun ke-11 dengan membawa semangat untuk mempertemukan berbagai warna musik Indonesia dalam satu ruang. Mengusung tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement", festival musik tersebut akan berlangsung pada 16â18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Memasuki babak baru setelah melewati satu dekade perjalanan, Synchronize Fest ingin tetap berpijak pada semangat yang menjadi dasar penyelenggaraan sejak awal. Festival ini juga berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan generasi yang memiliki cara berbeda dalam mendengarkan, menemukan, dan membicarakan musik.
Director Synchronize Fest David Karto mengatakan tema yang diusung kembali tahun ini merupakan pengingat mengenai gagasan awal festival sekaligus upaya memperkenalkannya kepada generasi muda. Menurut dia, Synchronize Fest memasuki musim baru dengan tetap membawa semangat yang berakar pada perjalanan sebelumnya.
"Tagline 'It's Not Just A Festival, It's A Movement' secara natural sudah menjadi landasan awal Synchronize Fest."
David Karto menjelaskan, Synchronize Fest tidak ingin sekadar mengulang apa yang telah dilakukan selama sepuluh tahun pertama. Menurutnya, perjalanan menuju tahun ke-11 menjadi kesempatan untuk melihat kembali akar festival sekaligus menerjemahkannya dalam konteks generasi saat ini.
Salah satu bentuk gagasan tersebut terlihat dari sejumlah pertunjukan khusus yang menghadirkan cerita dari berbagai era dan komunitas musik Indonesia. Program tersebut tidak hanya menawarkan nostalgia, tetapi juga mempertemukan berbagai generasi dalam ruang pertunjukan yang memberikan konteks baru bagi perjalanan musik Indonesia.
Artist & Repertoire Synchronize Fest David Tarigan mengatakan susunan penampil tahun ini berusaha memberikan ruang bagi berbagai kelompok dan generasi. Ia menyebut setiap penampil memiliki pengalaman serta kenangan tersendiri yang dapat dibawa ke dalam festival.
"Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili."
Sejumlah musisi juga datang dengan konsep pertunjukan masing-masing sehingga Synchronize Fest menjadi ruang kolaborasi dua arah antara festival dan para penampil. Salah satunya Geisha yang menghadirkan Geisha A Retrospective Journey dengan mempertemukan Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, dan Regina dalam satu panggung.
Pijar juga akan kembali berkumpul setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun. Sementara itu, Indonesian Girl Group mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, serta Sivia dengan iringan musik Jebung.
Pertunjukan tersebut membawa kembali sejumlah nama dari ekosistem grup perempuan Indonesia era 2000-an. Selain itu, Project Pop akan merayakan perjalanan 30 tahun, sedangkan Maliq & D'Essentials berkolaborasi dengan Jakarta Movin dalam Konser Musikal Senja Teduh Pelita.
Perunggu juga akan membawakan album Dalam Dinamika dalam pertunjukan khusus. Synchronize Fest turut menghadirkan The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif bersama Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia dengan musik oleh Nikita Dompas.
Program Tribute to Warkop DKI menghadirkan Indro Warkop, GJLS, Duo Bahlul, dan Orkes Nunung CS. Pertunjukan tersebut mengangkat warisan Warkop DKI yang dikenal tidak hanya melalui film dan komedi, tetapi juga lagu-lagu yang menjadi bagian dari karya mereka.
Synchronize Fest juga menghadirkan sejumlah pertunjukan kolektif yang berangkat dari akar rumput. Reggae Gang mempertemukan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip, sementara ANTINRML membawa sejumlah musisi hipdut dari generasi masa kini.
Dari skena emo, festival menghadirkan Emo Revival With Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly era 2006, Killing Me Inside Re:Union, Side-B dari era Thirteen 2009, dan And The Side Project. Sementara itu, Timur Basudara menghadirkan sejumlah musisi dari Indonesia Timur, seperti Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, dan Vendetta Rap.
Seluruh penampil akan tersebar di delapan panggung, yaitu Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr. Masing-masing panggung membawa karakter, kurasi, serta ekosistem musik yang berbeda.
Gigs Stage tahun ini dikurasi Krapela, ruang kreatif yang berbasis di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kolaborasi tersebut menjadi debut Krapela sebagai kurator di Synchronize Fest dengan menghadirkan Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk, dan Sunne.
LaMunai Records mengkurasi sejumlah penampil di Oleng Upuk dengan menghadirkan berbagai warna musik dan pertunjukan. Nama yang tampil antara lain Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Danny, Disko Tanah, Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan: Is The Best, Jiwa Jiwa, Kenya, Lamunai Music Services, Mantasticmate X Muztang, Noirlab, Pak Kardiman, PNNY, Poppin Class, Dub Container, Radio Rumah Oma, SingSing Berkaroake, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, Quirk It!, hingga Dipha Barus: Pop Samping.
Panggung Getarrr kembali dikurasi kolektif Kobra Musik yang dipimpin Dado Darmawan. Tahun ini, panggung tersebut mengeksplorasi musik gendang melalui berbagai bentuk pertunjukan bersama Babaloman, Clever Moose, Deandra Nadira, El Karmoya, Kelalawar Malam, Maria Tambun, Santet, OM PMR, Olsam, OM New Eleng, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Symphoni Polyphonic Geng Format Black Sabar, dan Tahlilan.
Ruang baru yang turut hadir adalah RedWhite Jazz Lounge yang dikurasi Indra Lesmana. Ruang tersebut menghidupkan kembali nama RedWhite yang pernah menjadi salah satu ruang penting bagi musik jazz di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011.
RedWhite Jazz Lounge tidak hanya menghadirkan pertunjukan jazz, tetapi juga jam session, live session, set DJ, bincang-bincang, dan permainan. Sejumlah nama yang tampil antara lain LLW, Littlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Gerald Situmorang, Kenny Gabriel, Greybox, Bergas, dan Teza Sumendra.
Selain penampilan khusus tersebut, Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan musisi lintas genre dan generasi. Nama-nama yang tampil antara lain Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Alkateri: Expanded Session, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah, dan Vierratale.
Synchronize Fest juga mempertahankan berbagai ruang di luar panggung musik melalui kolaborasi dengan komunitas dan ruang kreatif. ruangrupa dan Jakarta32 kembali terlibat, sementara record market, Ratatat Bar, dan Salon RNB melengkapi pengalaman pengunjung selama festival.
Untuk identitas visual Synchronize Fest 2026, penyelenggara bekerja sama dengan Drawmama, nama artistik Marishka Soekarna, dengan dukungan kolektif desain Cisarua Creative. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan identitas visual yang berkaitan dengan berbagai isu sosial dan perkembangan masyarakat.
"Kenapa akhirnya yang dipilih Marishka Soekarna, kami merasa dia bisa merepresentasikan situasi isu sosial saat ini."
Semangat gerakan yang dibawa Synchronize Fest juga diterapkan melalui sejumlah program lingkungan selama festival. Program tersebut mencakup Water Refill Station dan Waste Management yang didukung BRI Peduli, Upcycling Project bersama Koalisi Seni, serta pengolahan plastik bekas menjadi instalasi melalui Operasi Plastik oleh Stuffo.
Synchronize Fest juga kembali bekerja sama dengan TransJakarta melalui program nebeng gratis. Pengunjung dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi TransJakarta untuk menggunakan armada menuju festival dari tujuh titik yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.
Program transportasi bersama tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendorong perjalanan kolektif menuju lokasi festival. Dengan akses transportasi tersebut, penyelenggara juga berupaya memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis bagi pengunjung dari berbagai wilayah sekitar Jakarta.
Sebagian hasil penjualan tiket Synchronize Fest 2026 juga akan didonasikan untuk kegiatan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Program lingkungan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral, dan Greeners sehingga isu keberlanjutan menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan festival.
Synchronize Fest 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra untuk menjalankan sejumlah ruang dan program festival. Crystalin menjadi sponsor District Stage, Bold Music mendukung Forest Stage, sedangkan Kratingdaeng menjadi sponsor Oleng Upuk.
Sejumlah mitra lainnya juga mendukung penyelenggaraan Synchronize Fest 2026, di antaranya BAIC, Indofood yang menaungi Indomie, Pop Mie, Indomilk, dan Chitato, Jose Cuervo, Guinness, Moicare, ShopeeFood, Kopi Kenangan, Cheffy, Hydro Coco, Balsem Lang, Kopi Liong, Super Zuper, Campina, serta Film Zona Merah. Dukungan khusus juga hadir dari Nippon Paint sebagai Official Paint Partner, JBL sebagai Official Audio Partner, dan BIZNET sebagai Internet Partner.
Rekan strategis lainnya yang mendukung berbagai kegiatan Synchronize Fest 2026 meliputi TransJakarta, Blue Bird, JNE, PrimaGraphia, Promina, Ladeeva Toys, Pinhome, serta SDY atau Sing, Dance & You. Seluruh kolaborasi tersebut melengkapi upaya Synchronize Fest menghadirkan festival yang tidak hanya berisi pertunjukan musik, tetapi juga mempertemukan komunitas, kreativitas, dan berbagai gagasan dari ekosistem musik Indonesia.
Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest kembali menempatkan musik Indonesia sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan komunitas. Melalui pertunjukan khusus, kolaborasi kurator, ruang komunitas, serta program lingkungan, festival ini akan berlangsung pada 16â18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
- Festival musik
- konser musik
- Gambir Expo
- Musik Indonesia
- Synchronize Fest
- Synchronize Fest 2026
- Event Jakarta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
JICAF 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Seni Kontemporer Selama Tiga Pekan
-
Rekomendasi Kegiatan Seru di Akhir Pekan: Ada Jakarta Dessert Week hingga Pameran Budaya Betawi
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Jelang Debut Album Baru, Grup no na Rilis MV 'Speaker Freaker' di Hari Radio
-
Aneh Tapi Nyata, Telkomsel Ajak Anak Muda Sumbagsel Tamasya Jelajahi Bali Utara hingga Vietnam, Ini Caranya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.