Lada Dunia Berpotensi Tumbuh, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pemasok
Kamis, 01 Okt 2026, 17:45 WIBJAKARTA â International Pepper Community (IPC/Komunitas Lada Internasional) memproyeksikan produksi lada dunia pada 2026 mencapai 530.426 metrik ton seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk yang berkualitas, aman, terlacak, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah.
Executive Director IPC Marina Novira Anggraini mengatakan perkembangan industri lada saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga kemampuan negara produsen memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompleks.
âRealitas setiap negara berbeda, tetapi tantangan industri lada semakin saling terhubung. Karena itu, berbagi pengetahuan dan belajar satu sama lain menjadi semakin penting,â ujar Marina dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10).
Marina mengatakan industri lada global masih memiliki ruang pertumbuhan dengan melihat volume ekspor global pada 2025 diperkirakan mencapau 418.519 metrik ton. Besarnya produksi dan perdagangan tersebut menunjukkan potensi ekonomi lada yang masih dapat dikembangkan, terutama melalui peningkatan kualitas produk dan pengolahan di luar komoditas lada utuh maupun bubuk.
Menurutnya, negara produsen menghadapi berbagai tantangan mulai dari perubahan iklim, kenaikan biaya produksi, keterbatasan tenaga kerja, keamanan pangan, keterlacakan, hingga perubahan persyaratan pasar. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan industri lada melalui diferensiasi dan penciptaan produk bernilai tambah.
Pengembangan produk lada pun mulai semakin beragam, tidak terbatas pada lada utuh dan bubuk, tetapi juga mencakup ekstrak, flavor, fragrance, hingga berbagai produk konsumen bernilai tambah.
Marina mengatakan pengembangan tersebut perlu didukung dengan keterhubungan antara data, penelitian, regulasi, pelaku industri, dan negara produsen agar potensi komoditas lada dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang lebih besar.
IPC sendiri menyediakan informasi harga, ulasan pasar, statistik produksi, serta perkembangan kondisi tanaman untuk membantu negara produsen memahami dinamika pasar. Sepanjang 2025, IPC menerbitkan 52 buletin harga lada dan 12 ulasan pasar, selain memantau perkembangan regulasi dan akses pasar melalui DIREX serta pemantauan penolakan ekspor.
Menurut Marina, pemanfaatan informasi dan pengetahuan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing industri lada.
âYang penting bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi apakah informasi itu digunakan, apakah pengetahuan yang dibagikan membantu proses teknis atau pengambilan keputusan, dan apakah pada akhirnya pekerjaan kita memberi manfaat bagi negara dan komunitas yang kita layani,â katanya.
Kondisi ini yang menjadi perhatian International Pepper Day (IPD) 2026 yang tidak hanya membahas bagaimana meningkatkan produksi lada tetapi juga bagaimana memastikan produksi tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar.
Dalam IPD 2026 yang mengusung tema âPower of Pepper: From Origin to Global Marketâ, negara produsen membahas karakteristik lada masing-masing, peningkatan mutu, diferensiasi produk, serta strategi memperkuat posisi di pasar global.
Pembahasan mengenai penguatan industri lada tersebut akan dilanjutkan dalam 54th IPC Annual Session and Meetings and International Spices Exhibition 2026 di Bali pada 30 Novemberâ4 Desember 2026.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.