Eropa Kembali Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ratusan Juta Orang Hadapi Suhu di Atas 35°C
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 10:45 WIB | Oleh: Tim PenulisPARIS - Jutaan orang di seluruh Eropa - khususnya di Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris - kembali dilanda gelombang suhu ekstrem, Kamis (13/8) saat gelombang panas terbaru meningkat di benua itu.
Lebih dari 135 juta orang diperkirakan akan menghadapi suhu di atas 35°C, Inggris mencatat hari terpanas kelima dalam sejarah dan beberapa bagian Prancis melonjak melewati 42°C.
"Cuaca panas di sini sungguh tak tertahankan," kata apoteker Bailey Williamson, khawatir terhadap pasien di rumah sakit saat Inggris dilanda cuaca panas terik.
Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat, dan di beberapa tempat kurang siap menghadapi cuaca panas. Para ilmuwan menyalahkan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia sebagai penyebab gelombang panas yang semakin panas dan sering terjadi.
Gelombang panas dan kekeringan yang berulang telah memicu musim panas yang sangat panas dengan kebakaran hutan, dan menyebabkan kematian ribuan orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suhu diperkirakan akan melampaui 30°C untuk hampir tiga dari lima penduduk Eropa (tidak termasuk Turki) - sekitar 340 juta orang - menurut analisis AFP yang didasarkan pada prakiraan layanan cuaca Jerman dan proyeksi populasi tahun 2025 dari Pusat Penelitian Gabungan.
Temuan ini konsisten dengan temuan LSM Austria, Klimadashboard.
Di London, suhu mencapai 38,1°C di Kew Gardens, menjadi hari terpanas kelima yang pernah tercatat di Inggris, menurut badan cuaca resmi Met Office.
Sebaiknya Anda baca juga:
Williamson (20) yang bekerja untuk National Health Service (NHS), mengatakan cuaca panas sangat mempengaruhi pasien di rumah sakit.
"Orang-orang yang terbaring di tempat tidur benar-benar sakit parah, dan mereka bahkan tidak bisa bernapas karena masalah panas - jadi ini benar-benar buruk," katanya.
Rumah sakit mencatat peningkatan kasus serangan panas (heatstroke), dan NHS (National Health Service/Layanan Kesehatan Nasional) kesulitan untuk mengatasinya, tambahnya.
"Ini menakutkan," kata Williamson tentang gelombang panas tersebut. "Saya pikir ini adalah pertanda nyata betapa buruknya perubahan iklim sebenarnya."
Tim Wallace (60) yang berkunjung dari Australia, juga terkejut dengan cuaca panas di Eropa. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini, dan jelas, ini mengkhawatirkan," katanya.
Eropa yang Sangat Terik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!