India dan Pakistan Berebut Emas Kriket Asian Games, Eala Gagal ke Final
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 00:09 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNAGOYA, JEPANG — Rivalitas India dan Pakistan kembali tersaji di panggung Asian Games. Kedua negara akan berhadapan dalam perebutan medali emas kriket putra setelah sama-sama melewati babak semifinal pada hari Kamis (1/10).
Pertandingan final dijadwalkan berlangsung Sabtu di Korogi Athletic Park Stadium, Nagoya. Stadion yang sebelumnya merupakan lapangan bisbol itu hanya memiliki kapasitas sekitar 2.000 penonton, meski panitia telah menambahkan tribun sementara.
Namun, ukuran stadion tidak menggambarkan besarnya perhatian yang akan mengiringi pertandingan. Duel India dan Pakistan selalu menjadi salah satu pertandingan olahraga paling ditunggu di kawasan Asia Selatan. Pertemuan kedua negara biasanya mampu menarik perhatian ratusan juta pemirsa televisi di kedua negara.
Pertandingan tersebut juga kembali mempertemukan dua negara yang hanya rutin bertemu dalam turnamen internasional akibat ketegangan politik. Dalam sejumlah pertemuan terakhir, pemain kedua tim bahkan memilih tidak berjabat tangan.
India memastikan tiket final setelah menghancurkan Sri Lanka dengan kemenangan telak 124 run. India lebih dulu mencatat 169/7 setelah diminta melakukan batting di lapangan yang membuat bola berputar tajam.
Sri Lanka kemudian mengalami keruntuhan dramatis. Dua wicket jatuh ketika belum satu pun run tercatat. Mereka akhirnya hanya mampu membuat 45 run dan seluruh pemainnya tersingkir dalam waktu kurang dari 10 over.
Tiga run-out turut mempercepat kehancuran Sri Lanka. Total 45 run tersebut menjadi rekor terendah Sri Lanka dalam pertandingan internasional T20 putra, melewati catatan sebelumnya ketika mereka hanya mencetak 77 run melawan Afrika Selatan di New York pada 2024.
Salah satu sorotan datang dari pemain muda India, Vaibhav Sooryavanshi. Pada usia baru 15 tahun, Sooryavanshi menjalani debut Asian Games dengan penampilan agresif. Ia mencetak 38 run hanya dari 21 bola, termasuk enam boundary dan dua six sebelum akhirnya tertangkap di posisi backward point.
"Dia adalah talenta yang luar biasa," kata pelatih Sri Lanka, Ashan Priyanjan.
India juga mendapat kontribusi penting dari Ishan Kishan yang mencetak 80 run tidak out, termasuk lima six.
Pakistan lebih dahulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan Bangladesh dengan enam wicket. Pertandingan semifinal tersebut dipangkas menjadi 13 over akibat lapangan yang basah.
Abdul Samad menjadi salah satu pemain penting Pakistan setelah mencetak 30 run tidak out dari 15 bola. Pakistan mengejar target 112/4 dengan menyisakan sembilan bola.
Saim Ayub mencetak 21 run dari total Pakistan tersebut.
"Yang kami pedulikan hanyalah memenangkan final, siapa pun lawan yang kami hadapi," kata Ayub.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!