Apa Itu Desil 1-10 yang Akan Dipakai untuk Batasi Beli Pertalite?
Jumat, 14 Agu 2026, 07:14 WIB | Oleh: Opik1. Batuan menjadi lebih tepat sasaran karena hanya warga yang benar-benar membutuhkan yang masuk prioritas bantuan.
2. Data transparan dan jelas, sehingga masyarakat dapat memahami mengapa mereka menerima atau tidak menerima bantuan.
3. Mengurangi kesalahan data, karena sudah terpadu di DTSEN.
4. Proses pencairan data lebih cepat dan efisien karena tidak lagi membutuhkan proses panjang dan berulang.
Fungsi Desil dalam Program Bantuan
Desil digunakan oleh pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Data ini biasanya bersumber dari pendataan kesejahteraan masyarakat seperti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Dalam praktiknya, bantuan sosial umumnya diberikan kepada Desil 1–4 namun program pemberdayaan bisa menyasar Desil 1–6 dan desil atas biasanya tidak menjadi prioritas penerima bantuan
Peran Desil dalam Penyaluran Zakat
Dalam konteks zakat, konsep desil membantu lembaga seperti BAZNAS dalam menentukan prioritas mustahik (penerima zakat).
Meskipun dalam Islam penerima zakat ditentukan berdasarkan 8 asnaf, penggunaan data desil dapat membantu mengidentifikasi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, memastikan zakat tepat sasaran, serta mendukung program pengentasan kemiskinan
Dengan demikian, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi.
Pentingnya Memahami Desil bagi Masyarakat
Dengan memahami desil, pertama masyarakat dapat mengetahui posisi tingkat kesejahteraannya, kedua memahami alasan menerima atau tidak menerima bantuan, ketiga mendukung transparansi program sosial.
Hal ini juga membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan, baik dari pemerintah maupun lembaga zakat.
Zakat dan Kepedulian Sosial
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!