“Save the Children” Gaungkan Hak Anak Lewat Festival Pahlawan Anak

Kamis, 13 Agu 2026, 18:53 WIB

JAKARTA - Yayasan Save the Children Indonesia menggelar Festival Pahlawan Anak sebagai bagian dari peringatan 50 tahun kiprahnya di Indonesia. Festival Pahlawan Anak membawa isu hak anak ke ruang publik melalui kegiatan populer, inklusif, dan melibatkan berbagai sektor.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan peringatan lima dekade organisasi tersebut bukan sekadar momentum seremonial. Festival Pahlawan Anak menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengajak publik berpartisipasi dalam upaya pemenuhan hak-hak anak.

Ket. Foto: CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar (dua dari kiri) dan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia (tiga dari kanan) saat konferensi pers di Kawasan Gandaria City, Jakarta, Kamis (13/8) — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

"Bagi kami, festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai isu anak. Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mendukung program bersama untuk memastikan seluruh hak anak terpenuhi,” kata Dessy Kurwiany Ukar saat konferensi pers di Kawasan Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).

Menurut dia, pemenuhan hak anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab lembaga sosial maupun pemerintah. Keterlibatan masyarakat luas menjadi kunci agar setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

Kolaborasi dengan industri kreatif dilakukan untuk memperluas penyampaian isu perlindungan anak kepada masyarakat secara lebih inklusif. Narasi perlindungan anak dikemas menggunakan bahasa populer agar mudah dipahami dan diterima seluruh lapisan masyarakat.

"Isu anak bukan isu yang eksklusif, tetapi isu yang harus dipahami semua pihak. Karena itu kami di industri kreatif merasa terpanggil untuk membantu menerjemahkan isu ini dalam bentuk kampanye yang lebih populer," ucap dia.

Ia mengakui banyak organisasi nonpemerintah memiliki narasi dan semangat yang kuat dalam memperjuangkan hak anak. Namun, tidak semuanya memiliki kapasitas untuk mengemas kampanye secara kreatif sehingga mampu menjangkau masyarakat perkotaan yang lebih luas.

Festival Pahlawan Anak melibatkan industri kreatif, seni, swasta, dan pemerintah untuk memperluas kampanye perlindungan anak. Kolaborasi lintas sektor diharapkan meningkatkan kepedulian publik terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Pemprov DKI Jakarta terus mendukung program perlindungan anak melalui kolaborasi bersama Save the Children sejak beberapa tahun terakhir. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat layanan perlindungan dan memastikan anak memperoleh hak serta pendampingan yang memadai,” ucap Dessy Kurwiany Ukar.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan kolaborasi sejak 2020 menghasilkan layanan bantuan dan konsultasi keluarga. Menurutnya, ekosistem perlindungan anak dibangun melalui keluarga, layanan digital, serta berbagai ruang publik.

"Saat ini kami juga menghadirkan layanan konseling bagi pengunjung pusat perbelanjaan, termasuk pos konsultasi dan pengaduan. Ini bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan anak yang komprehensif," kata Dwi Oktavia.

Oktavia menjelaskan pusat perbelanjaan dipilih karena menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi keluarga, terutama saat akhir pekan. Dengan menghadirkan layanan konseling dan informasi di tempat tersebut, pemerintah berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh akses terhadap layanan perlindungan anak.

"Kalau informasi mengenai perlindungan anak bisa hadir di tempat-tempat yang memang banyak dikunjungi keluarga. Tentu itu menjadi hal positif bagi anak dan keluarga di Jakarta," kata dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.