Membenahi Rumah Keluarga Berisiko Stunting Lewat Program Genting
Selasa, 29 Sep 2026, 23:17 WIBCiamis - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga berisiko stunting.
"Kenapa risiko stunting? Mulai dari MCK-nya, mulai dari sanitasinya, mulai dari rumah layaknya yang mungkin, mohon maaf, mungkin belum layak," kata Wihaji saat mengunjungi salah satu keluarga risiko stunting di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa.
Wihaji mengatakan keluarga yang dikunjunginya merupakan salah satu dari sekitar 8,6 juta keluarga risiko stunting (KRS) yang tercatat di Indonesia.
Keluarga tersebut terdiri atas sembilan anggota keluarga dan memiliki sembilan anak. Menurut dia, kondisi tempat tinggal dan sanitasi keluarga menjadi salah satu aspek yang perlu segera mendapatkan perhatian.
Melalui program Genting, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan orang tua asuh untuk memberikan intervensi langsung kepada keluarga risiko stunting. Untuk memberi bantuan kepada keluarga risiko stunting di Kabupaten Cimahi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi orang tua asuh yang memberikan dukungan senilai Rp50 juta untuk pembenahan rumah.
Bantuan diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan pembangunan dan perbaikan rumah secara langsung.
"Kita pastikan supaya MCK-nya dibangun, rumahnya nanti kita perbaiki, airnya juga oke, dan kamarnya juga," ujar Wihaji.
Ia mengatakan pembangunan dan perbaikan rumah akan dilakukan oleh tim BRI dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Wihaji menyebut intervensi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan keluarga risiko stunting secara langsung di lapangan.
"Ini bagian dari pemerintah hadir karena saya diperintah Pak Presiden agar tidak hanya seminar dan diskusi, tetapi turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah," paparnya.
Ia menambahkan penanganan keluarga risiko stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pendamping keluarga.
Kunjungan ke keluarga tersebut merupakan bagian dari agenda Wihaji di Ciamis setelah bertemu sekitar 1.000 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pada kesempatan itu, Wihaji juga mengapresiasi keterlibatan BRI dan masyarakat setempat dalam membantu keluarga risiko stunting.
"Hari ini dua yang kita kunjungi dan kita bantu, dan itu bagian dari pemerintah hadir," katanya.
Dua KRS yang dikunjungi Wihaji tersebut yakni keluarga Nahdi Riyanto yang memiliki dua anak, namun kondisi rumahnya tidak memiliki MCK atau sanitasi yang memadai, sedangkan yang kedua yakni keluarga Endang Kuswara dengan sembilan orang anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah sehingga meningkatkan risiko stunting.
Selain bantuan rumah, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan berupa 10 ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, utamanya protein bagi kedua KRS.
- cegah stunting
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Inter Miami Kirim Proposal Resmi Ke Manchester United, Casemiro Siap Cicipi MLS?
-
Venezuela Kecam 'Serangan Ilegal' Jet Tempur F-35 ke Wilayah Udaranya, Tuding AS Lakukan Provokasi
-
PT KAI Operasikan 39 Trainset Baru
-
Pengamat Politik Unair Surabaya, Airlangga Pribadi Meninggal Dunia di Jakarta
-
Inggris akan Menempatkan Pasukan untuk Mempertahankan Wilayah Udara dan Pelabuhan Ukraina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.