Dewan Legislatif Tekankan Pemprov DKI Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Banjir Rob

Senin, 28 Sep 2026, 20:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir pada 29 - 30 September 2026. Kesiapan tersebut dinilai perlu dilakukan lebih awal untuk memastikan infrastruktur pengendali banjir dan sistem peringatan dini dapat berfungsi saat terjadi kenaikan air laut.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli mengatakan kesiapan menghadapi potensi rob tidak cukup hanya berdasarkan laporan administratif dari masing-masing instansi. Pemeriksaan langsung di lapangan diperlukan untuk memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir dalam kondisi siap digunakan.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir pada 29–30 September 2026. Kesiapan tersebut dinilai perlu dilakukan lebih awal untuk memastikan infrastruktur pengendali banjir dan sistem peringatan dini dapat berfungsi saat terjadi kenaikan air laut. — Sumber: ANTARA

"Jangan hanya menerima laporan semuanya siap," ujar Taufik di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Taufik meminta Pemprov DKI mengecek berbagai fasilitas yang berkaitan dengan pengendalian banjir sebelum air laut mengalami kenaikan. Pemeriksaan tersebut mencakup pompa, pintu air, tanggul, saluran, hingga kesiapan personel yang akan bertugas di kawasan rawan.

"Ketika air naik, jangan sampai ada pompa bermasalah atau akses petugas terhenti," tandas Taufik.

Berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, potensi banjir rob diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah kawasan pesisir yang berpotensi terdampak antara lain Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, dan Marunda.

Dengan adanya prediksi tersebut, Taufik meminta Pemprov DKI memanfaatkan waktu sebelum potensi rob mencapai kondisi puncak. Menurutnya, informasi prakiraan dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan langkah mitigasi dan memastikan kondisi lapangan telah diantisipasi.

"Kalau sudah ada prediksi, pemerintah punya waktu untuk mitigasi," kata dia.

Sistem Peringatan Dini

Selain kesiapan infrastruktur, Taufik menyoroti pentingnya sistem peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Informasi mengenai potensi banjir rob dinilai tidak cukup hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah maupun media sosial.

Menurut Taufik, penyebaran informasi perlu diperkuat hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT. Dengan cara tersebut, warga di wilayah yang berpotensi terdampak dapat mengetahui kemungkinan kenaikan air laut sekaligus memahami langkah yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

"Pastikan warga di lokasi rawan benar-benar menerima informasi," ucap Taufik.

Ia juga meminta skenario penanganan darurat memperhatikan kebutuhan kelompok rentan yang berada di wilayah terdampak. Kelompok tersebut antara lain lansia, anak-anak, serta warga dengan keterbatasan mobilitas yang membutuhkan perhatian lebih ketika proses evakuasi dilakukan.

"Keselamatan warga harus menjadi prioritas," tegas Taufik.

Penanganan Rob dengan Strategi Jangka Panjang

Taufik menilai persoalan banjir rob di pesisir Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya melalui penanganan ketika air laut mulai naik. Menurutnya, rob merupakan persoalan yang dapat kembali terjadi sehingga membutuhkan perlindungan kawasan pesisir dan sistem pengendalian banjir yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Rob bukan kejadian sekali dua kali," tegas Taufik.

Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus mempercepat program pengendalian banjir yang telah direncanakan. Upaya tersebut perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar masyarakat pesisir memiliki perlindungan yang lebih baik dalam menghadapi potensi banjir rob.

Selain langkah pemerintah, masyarakat di kawasan pesisir juga diminta aktif mengikuti informasi mengenai perkembangan kondisi rob. Informasi resmi dapat diperoleh melalui kanal Pemprov DKI Jakarta, BPBD, Dinas SDA, layanan JAKI, serta nomor darurat 112.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana di kawasan pesisir. Dengan informasi yang diterima lebih cepat dan dukungan infrastruktur yang siap, langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih sulit.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.