- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Disebut Tanya Xi soa...
Trump Disebut Tanya Xi soal Pembelian Senjata AS, Washington Bantah Ada Rencana
Senin, 28 Sep 2026, 20:40 WIBJAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut pernah bertanya kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping apakah Beijing tertarik membeli senjata buatan AS. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar AS untuk Tiongkok David Perdue dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (27/9).
Perdue mengatakan Trump kerap menyampaikan bahwa AS menjual senjata kepada berbagai negara di dunia. Dalam konteks tersebut, Trump disebut sempat menanyakan langsung kepada Xi apakah Tiongkok tertarik membeli sejumlah senjata AS.
"Presiden Trump terus mengatakan, kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia. Dia bahkan pernah bertanya kepada Presiden Xi apakah dia ingin membeli beberapa senjata," kata Perdue.
Perdue tidak menjelaskan kapan pertanyaan tersebut disampaikan Trump kepada Xi. Ia juga tidak mengungkapkan bagaimana respons Presiden Tiongkok terhadap pertanyaan tersebut.
Pernyataan Perdue muncul setelah Xi melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke AS. Trump menjamu Xi dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih pada Kamis (24/9), sebelum keduanya kembali bertemu pada Jumat (25/9).
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, Trump dan Xi menjalani sesi minum teh secara pribadi serta meninjau arsip foto dan teks di Washington. Setelah rangkaian agenda selesai, Xi kemudian meninggalkan AS untuk kembali ke Tiongkok.
Washington Tegaskan Tak Ada Rencana Jual Senjata ke Tiongkok
Pernyataan Perdue kemudian mendapat penjelasan dari Departemen Luar Negeri AS. Seorang pejabat departemen tersebut mengatakan kepada South China Morning Post bahwa hukum AS melarang penjualan senjata kepada Tiongkok.
Pejabat tersebut juga menegaskan Washington tidak memiliki tawaran maupun rencana untuk menjual senjata kepada Beijing. Dengan demikian, pertanyaan yang disebut pernah disampaikan Trump kepada Xi tidak menunjukkan adanya kesepakatan penjualan senjata antara AS dan Tiongkok.
Perdue menyampaikan pernyataan tersebut ketika membahas kebijakan Washington terkait Taiwan dan penjualan senjata AS kepada pulau tersebut. Ia mengatakan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan.
"Kami tidak mendukung kemerdekaan dan kami tidak mendukung pemaksaan," kata Perdue.
Perdue juga menyebut Trump telah menyetujui paket persenjataan senilai US$11 miliar untuk Taiwan. Ia mengatakan Trump mengizinkan transfer senjata ke Taiwan 50 persen lebih banyak dibandingkan presiden AS mana pun sejak 1979.
Tiongkok Sebut Kebijakan Militer untuk Perdamaian
Pemerintah Tiongkok menggambarkan kunjungan Xi ke AS sebagai kunjungan yang berhasil dan didedikasikan untuk perdamaian dunia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan Beijing membangun kekuatan militernya berdasarkan kebutuhannya sendiri.
"Tiongkok membangun militernya berdasarkan kebutuhannya sendiri dan berdedikasi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," kata Guo kepada wartawan di Beijing.
Tiongkok selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali menentang penjualan senjata AS kepada pulau tersebut. Beijing juga menyampaikan keberatan terhadap dukungan militer Washington kepada Taiwan.
Perdue mengatakan kebijakan Washington terkait Taiwan tetap berlandaskan sejumlah kerangka yang selama ini digunakan AS. Kerangka tersebut mencakup kebijakan satu Tiongkok, Undang-Undang Hubungan Taiwan, tiga komunike AS-Tiongkok, serta Enam Jaminan.
AS Pernah Jual Senjata ke Tiongkok
AS sebenarnya pernah menjual sejumlah peralatan militer kepada Tiongkok pada periode hubungan strategis kedua negara yang lebih erat pada 1980-an. Saat itu, Washington memasok peralatan militer kepada Beijing dalam konteks kerja sama menghadapi Uni Soviet.
Peralatan yang pernah dipasok antara lain radar antirudal artileri AN/TPQ-37 dan torpedo Mark-46. Namun, penjualan senjata antarpemerintah AS kepada Tiongkok kemudian dihentikan seiring perubahan hubungan kedua negara.
Menurut Government Accountability Office (GAO) AS, tidak ada perjanjian baru melalui skema Foreign Military Sales yang dibuka setelah 1990. Kondisi tersebut membuat pernyataan mengenai pertanyaan Trump kepada Xi menjadi perhatian, meski pemerintah AS menegaskan saat ini tidak memiliki tawaran atau rencana menjual senjata kepada Tiongkok.
- Donald Trump
- Tiongkok
- Xi Jinping
- Amerika Serikat
- ekspor senjata
- AS-Tiongkok
- Politik Internasional
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Hamilton Desak Ferrari Buat Aturan Balapan Setelah Bersitegang dengan Leclerc
-
Melaju ke Babak 16 Besar Lima Kali Berturut-turut US Open, Prestasi Hebat Coco Gauff
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.