Mandiri Jogja Marathon Dorong Belanja Masyarakat DIY Naik 7,4 Persen

Senin, 06 Jul 2026, 07:30 WIB

JAKARTA – Bank Mandiri menyatakan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 mendorong peningkatan belanja masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 7,4 persen selama pekan pelaksanaan ajang tersebut.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan ajang sport tourism itu tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui peningkatan konsumsi, pariwisata, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Ket. Foto: Suasana pengambilan race pack peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta. — Sumber: ANTARA

"Mengusung semangat 'More Than a Race', Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga berkelas internasional, tetapi juga platform yang mampu menciptakan dampak ekonomi nyata," kata Adhika dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (06/7).

Berdasarkan riset Mandiri Institute, total belanja masyarakat di Yogyakarta selama pekan pelaksanaan MJM 2026 pada 15–21 Juni 2026 meningkat 7,4 persen dibandingkan rata-rata periode sebelum penyelenggaraan acara.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan MJM 2025 yang mencatat kenaikan belanja sebesar 4,6 persen.

Bank Mandiri menyebut Yogyakarta menjadi wilayah dengan pertumbuhan belanja tertinggi dibandingkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa selama periode pelaksanaan MJM 2026.

Peningkatan konsumsi masyarakat di DIY tercatat sekitar 1,2 hingga 4,1 kali lebih tinggi dibandingkan Bandung, Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

Adhika mengatakan penyelenggaraan MJM 2026 turut meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan sehingga mendorong aktivitas ekonomi di sejumlah sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, perusahaan berupaya menghadirkan nilai tambah berkelanjutan melalui sinergi olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap kehadiran event ini dapat memperkuat ekosistem sport tourism sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," ujarnya.

Sebelum pelaksanaan MJM 2026, rata-rata pertumbuhan belanja mingguan di Yogyakarta berada di kisaran 0,5 persen secara mingguan atau week-on-week (WoW), meski telah memasuki periode libur sekolah.

Pada pekan pelaksanaan acara, pertumbuhan belanja meningkat menjadi 7,3 persen secara WoW dan menjadi akselerasi tertinggi dalam empat tahun terakhir sejak 2023.

Adhika mengatakan perseroan akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung pengembangan sport tourism nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap Mandiri Jogja Marathon dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam mendukung pengembangan sport tourism maupun mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah," tuturnya.

  • Mandiri Jogja Marathon

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.