Festival Musik Tradisi Indonesia: Pemkab Bogor Kenalkan Musik Tradisi kepada Generasi Muda

Sabtu, 03 Okt 2026, 22:35 WIB

KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengenalkan kekayaan musik tradisi kepada generasi muda melalui Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 bertajuk Sangitaloka di kawasan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (03/10).

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Titi Sugiarti di Cibinong mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan musik tradisional agar tetap dikenal lintas generasi.

Ket. Foto: Seminar Sangitaloka di Sekretariat Daerah (Setda) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026). — Sumber: ANTARA

“Melalui kegiatan hari ini kita dapat bersama-sama menopang pariwisata budaya daerah, khususnya budaya di Kabupaten Bogor,” kata Titi.

FMTI 2026 di Kabupaten Bogor mengusung tema “Bambu dan Bunyi Ritus” dengan rangkaian kegiatan berupa seminar hingga pagelaran musik tradisi.

Menurut Titi, seminar Sangitaloka menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai musik dan kebudayaan tradisi sebelum menyaksikan penerapannya dalam pertunjukan.

Sekitar 400 peserta mengikuti seminar yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Sementara pagelaran FMTI dijadwalkan berlangsung di Lapangan VIP Pakansari pada Sabtu malam.

Titi menyebut penyelenggaraan festival tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Kementerian Kebudayaan dan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

Menurut dia, kebudayaan tidak cukup hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, melainkan perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

“Pagelaran FMTI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Halimun Salak Indonesia Deden Fahmi Padilah mengatakan FMTI 2026 mengusung tema besar “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”.

Festival tersebut dirancang mempertemukan musik, pengetahuan, komunitas, generasi, sosial ekonomi, serta jejaring kebudayaan dalam satu ruang yang saling terhubung.

“FMTI atau Festival Musik Tradisi Indonesia hadir di Bogor dengan nama Sangitaloka dan tema ‘Bambu dan Bunyi Ritus’. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ruang apresiasi, kreasi, dan pelestarian musik tradisi, khususnya di Bogor dan Jawa Barat,” kata Deden.

Ia berharap penyelenggaraan FMTI di Kabupaten Bogor tidak berhenti sebagai agenda festival, tetapi menjadi ruang berkelanjutan untuk meningkatkan apresiasi generasi muda sekaligus menjaga warisan musik tradisi yang tumbuh di Bogor dan Jawa Barat.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.