Diisukan Kritis dan Bayang-Bayang Serangan AS, Mojtaba Khamenei Bertemu Pezeshkian Bahas Tekanan Perang hingga Krisis Ekonomi

Senin, 10 Agu 2026, 00:00 WIB

TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di tengah situasi negara yang masih dibayangi tekanan perang dan persoalan ekonomi, Minggu (9/8).

Hanya sehari sebelum kabar pertemuannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian muncul, sejumlah media Israel memberitakan klaim bahwa Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi kritis dan bahkan disebut telah dilarikan ke rumah sakit.

Ket. Foto: Dalam pertemuan itu, keduanya juga membahas perkembangan di bidang pertahanan serta langkah yang harus diambil Iran menghadapi situasi militer yang masih berlangsung. — Sumber: Istimewa

Klaim tersebut muncul di tengah berbulan-bulan spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan keberadaan Mojtaba yang relatif jarang terlihat di depan publik. 

Namun, perkembangan terbaru justru memperlihatkan gambaran yang berbeda.

Pertemuan tersebut berlangsung bertepatan dengan dimulainya tahun ketiga masa kepresidenan Pezeshkian.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, pembicaraan antara Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei tidak hanya menyentuh persoalan politik, tetapi juga kondisi masyarakat dan arah Iran menghadapi situasi perang.

Salah satu perhatian utama adalah kebutuhan hidup masyarakat. Pemerintah Iran tengah menghadapi tekanan untuk menjaga ketersediaan sumber daya sekaligus mengendalikan pengeluaran negara.

Dalam pertemuan itu, keduanya juga membahas perkembangan di bidang pertahanan serta langkah yang harus diambil Iran menghadapi situasi militer yang masih berlangsung.

Persoalan ekonomi menjadi bagian lain yang tak kalah penting. Pezeshkian dan Mojtaba disebut membicarakan pengelolaan anggaran dalam mata uang rial, valuta asing, hingga energi. Hubungan ekonomi dengan negara-negara asing juga ikut menjadi bahan pembahasan.

Pertemuan ini menarik perhatian karena terjadi ketika posisi pemerintahan Pezeshkian berada di tengah tekanan yang semakin kompleks. Di satu sisi, Iran harus mempertahankan posisi militernya. Di sisi lain, pemerintah harus menghadapi persoalan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Pezeshkian juga pernah mengungkap bahwa dirinya bertemu Mojtaba dalam pembicaraan yang berlangsung hampir dua setengah jam. Saat itu, Pezeshkian menekankan pentingnya persatuan internal Iran menghadapi tekanan dari luar.

Sejumlah laporan sebelumnya juga menggambarkan adanya perbedaan tekanan antara kubu pemerintahan Pezeshkian dan kelompok militer garis keras mengenai arah kebijakan Iran, khususnya terkait perang, diplomasi, dan persoalan ekonomi. Al Jazeera, misalnya, melaporkan bahwa peran kelompok militer dan keamanan semakin kuat dalam pengambilan keputusan strategis Iran selama konflik berlangsung.

Karena itu, pertemuan terbaru Pezeshkian dan Mojtaba bukan sekadar agenda rutin. Pembahasan mengenai pertahanan, ekonomi, energi dan hubungan luar negeri dalam satu meja menunjukkan betapa berat tekanan yang sedang dihadapi Teheran.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana hasil pembicaraan tersebut akan diterjemahkan menjadi kebijakan Iran dalam menghadapi situasi militer sekaligus menjaga kondisi ekonomi di dalam negeri.

Dengan perang dan tekanan ekonomi yang berjalan bersamaan, pertemuan Pezeshkian–Mojtaba bisa menjadi salah satu sinyal penting mengenai ke mana arah kebijakan Iran berikutnya.

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Prestasi Terpuruk, PSSI Segera Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Meningkat Signifikan, 278 Peserta Ikuti Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup di Sumbawa

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Semoga Makin Banyak Dikunjungin Wisatawan, Festival Bunga Jadi Wadah Promosi Pariwisata

Terobosan dalam Pelayanan, Imigrasi Tarakan Beri Layanan Pembuatan Paspor Keliling

PKB Bantul Targetkan 9-10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Ini Strategi untuk Mewujudkannya

Perkuat Kolaborasi Atasi Kebakaran, Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Penguatan Kewirausahaan Harus Terus Digencarkan, 59 Persen Tenaga Kerja Indonesia Masuk Sektor Informal

Semoga Bencana Serupa Tidak Terulang, Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II yang Terbakar

Perkuat Kolaborasi, Upaya Membumikan Nilai-nilai Pancasila di Sekolah Harus Terus Digencarkan

Perkuat Upaya Pelestarian Seni, Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap I Selesai Desember

Membanggakan, 38 Atlet Indonesia Raih Medali dari Kejuaraan Taekwondo Asia

Usut Tuntas, Bea Cukai Jayapura Catat Lima Penindakan Narkotika Semester I Tahun 2026

Pelestarian Budaya, 1.685 Layangan Meriahkan Mel Tanjung Kite Festival di Sanur Bali

Sabalenka Tersandung di Toronto Masters, Alexandrova Melaju ke Perempat Final

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BI Catat Minat Investasi Capai Rp73 Triliun di Pamor Borneo 2026

Lumayan Hasil Ini, Pembalap Indonesia Veda Ega Finis Posisi Sembilan pada Moto3 Inggris 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.