• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • ParagonCorp Luluskan 6.000...

ParagonCorp Luluskan 6.000 Pendidik, Siapkan Guru dan Dosen Hadapi Era AI

Minggu, 27 Sep 2026, 10:50 WIB

JAKARTA - ParagonCorp menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pendidik Indonesia menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Sebanyak 6.000 pendidik yang terdiri atas 5.000 guru dan 1.000 dosen dinyatakan lulus dari Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026.

Kelulusan tersebut diumumkan dalam penutupan program Inspiring Educators 2026 yang digelar di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya ParagonCorp mendukung pendidik agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan peran pentingnya dalam membentuk peserta didik.

Ket. Foto: ParagonCorp menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pendidik Indonesia menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Sebanyak 6.000 pendidik yang terdiri atas 5.000 guru dan 1.000 dosen dinyatakan lulus dari Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026. — Sumber: ParagonCorp

"AI bisa membantu murid mendapatkan pengetahuan. Tetapi pendidik membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang. Karena itu, saya justru percaya semakin AI berkembang, peran pendidik bukan semakin kecil, justru semakin penting," kata Komisaris ParagonCorp Salman Subakat.

Di hadapan sekitar 1.000 guru, dosen, dan pegiat pendidikan, Salman juga memperagakan kemampuan AI secara langsung di atas panggung. Ia meminta teknologi tersebut menyusun kurikulum selama enam bulan untuk siswa sekolah dasar di daerah terdampak bencana, lengkap dengan rencana pembelajaran, asesmen, serta materi yang disesuaikan dengan kemampuan anak.

Dalam hitungan detik, rancangan yang diminta tersebut dapat tersedia. Menurut Salman, kemudahan itu sekaligus menunjukkan perubahan besar yang sedang dihadapi dunia pendidikan dan dapat memunculkan pertanyaan mengenai relevansi peran guru di tengah perkembangan teknologi.

Salman menilai kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar karena guru menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. Keterbatasan fasilitas, tuntutan dari berbagai pihak, hingga peserta didik yang lebih cepat menguasai teknologi menjadi sejumlah kondisi yang dapat memengaruhi kepercayaan diri pendidik.

"Jangan sampai perubahan zaman maupun berbagai tantangan membuat seorang pendidik lupa betapa penting dirinya," ujarnya.

Salman kemudian membagikan pengalaman pribadinya ketika masih menjadi siswa SMA. Hampir 30 tahun lalu, guru Fisika SMA-nya, Yani Bayani, berani memberikan nilai 10 di rapornya, sebuah nilai yang pada masa itu tergolong jarang diberikan oleh guru.

Kepercayaan yang diberikan melalui nilai tersebut membuat Salman semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuannya. Ia kemudian berani membantu mengajari teman-temannya, mewakili sekolah dalam perlombaan, hingga mendaftarkan diri ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Yang berkesan itu bukan karena angkanya. Tapi karena di balik angka itu ada sebuah pesan: saya percaya kamu bisa," kata Salman.

Bagi Salman, pengalaman tersebut menggambarkan peran pendidik yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Pendidik tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membantu mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan dan selanjutnya memberikan manfaat bagi kehidupan.

Pada angkatan 2026, WIT tidak hanya memberikan pembelajaran berbasis proyek yang berpusat pada murid. Para guru juga dibekali kemampuan berpikir komputasional serta pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.

Program WIT 2026 mencatat 31.000 pendaftar, dengan 25.000 guru mengikuti program dan 10.000 di antaranya menjalankan proyek implementasi di sekolah. Dari rangkaian tersebut, sebanyak 5.000 guru dinyatakan lulus, sedangkan di jenjang pendidikan tinggi ILP diikuti 5.000 dosen dengan 1.000 peserta berhasil menyelesaikan program.

Kedua program tersebut berlangsung selama enam bulan dengan fokus pada pengembangan kapasitas pendidik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga didorong menerapkannya dalam lingkungan pendidikan masing-masing.

Wardah Inspiring Teacher pertama kali dimulai pada 2017 di Yogyakarta dengan melibatkan 30 guru. Hingga 2026, WIT telah mendampingi lebih dari 36.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Upaya tersebut kemudian diperluas ke jenjang pendidikan tinggi melalui Inspiring Lecturer Program yang dimulai pada 2021. Hingga 2026, ILP telah menjangkau lebih dari 7.000 dosen di berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, WIT dan ILP telah menjangkau lebih dari 43.000 guru dan dosen di 38 provinsi. Kedua program tersebut juga telah terhubung dengan lebih dari 10.000 sekolah, universitas, dan institusi pendidikan di Indonesia.

Bagi ParagonCorp, capaian tersebut tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah peserta yang telah mengikuti program. Dampak jangka panjang diharapkan muncul ketika para pendidik membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke lingkungan masing-masing, kemudian membagikannya kepada lebih banyak peserta didik dan pendidik lainnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.