Swasembada Pangan Tak Bisa Ditunda, Papua Pegunungan Perkuat Pertanian
Minggu, 09 Agu 2026, 18:05 WIBWAMENA â Memperkuat sektor pertanian bukan sekadar mengejar peningkatan produksi, tetapi memastikan petani memiliki akses terhadap teknologi, pembiayaan, sarana produksi, pasar, dan kepastian harga.
Penguatan dari hulu hingga hilir penting agar produktivitas meningkat, ketahanan pangan terjaga, sekaligus pendapatan petani ikut terdongkrak. Dengan begitu, pertanian tidak hanya menjadi penyangga pangan, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan setempat memperkuat sektor pertanian guna mewujudkan swasembada pangan di wilayah ini.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Papeg Sem Kepno dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu (9/8), mengatakan pemerintah provinsi menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
âKami mendorong para petani di delapan kabupaten untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk pertanian karena selain dapat meningkatkan ekonomi tetapi sekaligus mewujudkan swasembada pangan di Indonesia khususnya Papua Pegunungan,â katanya di sela-sela kunjungan sejumlah kelompok tani binaan salah satunya Kelompok Tani Yi Nit Meke di Kampung Hubikosi, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Sem, kunjungan ke sejumlah kelompok tani binaan untuk melihat sejauh mana perkembangan program pembinaan yang telah dilakukan dalam tahun ini.
âKunjungan ini juga menjadi momentum untuk mendengar langsung aspirasi, kebutuhan serta berbagai tantangan yang dihadapi para petani sehingga bisa mencari solusi untuk mengatasi masalah itu,â ujarnya.
Dia menjelaskan program pembinaan kelompok tani tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Gubernur Papua Pegunungan dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten.
âKelompok Tani Yi Nit Meke telah menjadi kelompok binaan kami selama tiga tahun terakhir yakni 2024-2026 dan akan terus mendapat pendampingan pada tahun-tahun mendatang,â katanya.
Dia menambahkan direncanakan pada tahun 2027 dan seterusnya tetap Kelompok Tani Yi Nit Meke akan menjadi binaan Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Papua Pegunungan.
âKami akan terus melihat dan membantu segala kekurangan yang ada di kelompok Yi Nit Meke karena ini bagian dari pemberdayaan masyarakat asli Papua Pegunungan," ujarnya.
Dia menyatakan pembinaan yang dilakukan Pemprov Papua Pegunungan tidak hanya terfokus di Distrik Hubikosi, tetapi juga menjangkau berbagai sentra pertanian di delapan kabupaten.
"Bukan hanya kelompok ini, tetapi ada beberapa kelompok di Hubikosi, Hubikiak dan juga tersebar di delapan kabupaten. Tahun 2026 kami membina lahan pertanian seluas sekitar 24 hektare yang tersebar di delapan kabupaten, dimana kelompok ini menjadi salah satu contoh atau sampel keberhasilan pembinaan Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Papua Pegunungan,â katanya.
- Swasembada Pangan
- Papua Pegunungan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.