Bendungan Batutegi Jadi Bank Air Raksasa, Suplai Irigasi 66 Ribu Hektar dan Air Baku 3 Kota di Lampung

Minggu, 04 Okt 2026, 15:24 WIB

JAKARTA– Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman El Nino, Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, tampil sebagai benteng pertahanan air paling kokoh di Pulau Sumatera. Bendungan terbesar di Lampung yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini tidak hanya sekedar bangunan beton, melainkan bank air raksasa yang menopang kehidupan jutaan orang.

Dengan kapasitas tampungan efektif mencapai 687,767 juta meter kubik dan tinggi 122 meter, Batutegi menjadi kunci ketahanan pangan dan air bersih.

Ket. Foto: Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus membuktikan diri sebagai bendungan paling vital di Lampung — Sumber: istimewa

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga optimalisasi bendungan.

"Pembangunan bendungan dilaksanakan untuk mendukung pasokan air ke sawah dan mendukung swasembada pangan. Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (3/10/2026).

Jantung Irigasi Way Sekampung

Dibangun selama 9 tahun sejak 1995 hingga 2004, Bendungan Batutegi merupakan bagian vital dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung.

Data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mencatat, bendungan ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 66.573 hektare pada musim rendeng. Bahkan, keberadaannya mampu mendongkrak peningkatan luas tanam hingga 45.911 hektare per tahun.

Bagi petani Lampung, ini adalah jaminan produktivitas. Ketika musim kemarau panjang datang dan curah hujan turun drastis, air dari Batutegi tetap mengalir ke sawah-sawah warga.

Penopang Air Baku Tiga Kota

Manfaat Batutegi tidak hanya dirasakan petani. Masyarakat perkotaan juga sangat bergantung padanya.

Bendungan ini mengalokasikan air baku sebesar 2.250 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan dasar di tiga wilayah utama: Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Branti.

Dengan total tampungan sekitar 580 juta meter kubik, Batutegi berfungsi sebagai tandon raksasa yang menyimpan air melimpah di musim hujan untuk kemudian didistribusikan secara terukur saat musim kemarau tiba.

Multifungsi: Dari Pengendali Banjir Hingga Wisata

Selain irigasi dan air baku, Bendungan Batutegi memiliki fungsi strategis lainnya. Infrastruktur ini berperan sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Way Sekampung, mendukung sektor perikanan darat, serta memiliki potensi pariwisata yang terus dikembangkan.

Pengelolaannya tidak berdiri sendiri. Air dari Batutegi terhubung dan terintegrasi dengan sistem Way Sekampung dan Bendungan Margatiga, sehingga membutuhkan pengaturan yang cermat dan terintegrasi untuk distribusi yang merata.

Dengan beragam fungsi tersebut, Kementerian PU memastikan Bendungan Batutegi akan terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan air nasional dan menjaga swasembada pangan di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.