Pemkab Bangkalan Perkuat Mitigasi Bencana di Semua Objek Wisata

Minggu, 04 Okt 2026, 14:45 WIB

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur (Jatim) memperkuat program mitigasi bencana di berbagai objek wisata di wilayah itu dengan memberikan pendidikan melek bencana kepada kelompok sadar wisata.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Muh Zainul Qomar mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, sekaligus bentuk dukungan terhadap program pengembangan objek wisata.

Ket. Foto: Mitigasi bencana di objek wisata Bangkalan. — Sumber: antara foto

"Sebab, wisata yang baik bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap orang yang datang," katanya dalam keterangan yang diterima di Bangkalan, Minggu (4/10).

Karena itu, sambung dia, aspek kebencanaan tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan harus menjadi bagian dari tata kelola destinasi wisata sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaannya.

Menurut Zainul, setiap destinasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda yang harus diperhatikan oleh pengelola objek wisata, yakni kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

"Karena itu, program melek bencana bagi pengelola objek wisata kami lakukan, dan ini merupakan bentuk implementasi dari program 'B-TOURSAFE' (Bangkalan Tourism Safety and Resilience Framework), yakni sebuah kerangka tata kelola untuk mewujudkan destinasi wisata yang tangguh terhadap bencana," katanya.

Menurut Kepala BPBD Muh Zainul Qomar, pendekatan B-TOURSAFE tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi lebih menekankan pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga evaluasi.

Melalui program ini BPBD mendorong adanya pemetaan risiko pada destinasi wisata, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kedaruratan, penyediaan rambu serta jalur evakuasi, titik kumpul, sistem informasi risiko, hingga pelaksanaan edukasi, pelatihan dan simulasi secara berkala.

"Kerangka ini juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi melalui pengembangan dashboard B-TOURSAFE, dan diharapkan dapat mendukung dokumentasi, pelaporan, monitoring dan evaluasi tingkat ketangguhan destinasi wisata," katanya.

Program wisata aman bencana ini merupakan gerakan bersama, antara Pemkab Bangkalan, kecamatan, desa, pengelola wisata, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media massa.

Dalam implementasinya, B-TOURSAFE memiliki enam pilar utama, yakni kebijakan dan regulasi, kelembagaan dan kolaborasi, kajian risiko dan informasi, kapasitas dan kesiapsiagaan, infrastruktur dan keselamatan, serta digitalisasi dan monitoring.

Keenam pilar tersebut menjadi landasan agar aspek keselamatan tidak berhenti pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga diperkuat melalui kebijakan, kapasitas sumber daya manusia, sistem informasi dan koordinasi lintas sektor.

"Target kami sederhana, tetapi penting. Orang yang datang ke Bangkalan untuk berwisata, menikmati potensi daerah, lalu pulang dengan membawa pengalaman yang baik. Rasa aman harus menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Ini yang menjadi landasan kami membangun destinasi wisata yang aman, tangguh, inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Melalui program tersebut diharapkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan, akan tetapi sekaligus membangun destinasi yang memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi risiko.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.