Formula 1 Siapkan Lebih Banyak Sprint Race di Musim 2027

Minggu, 09 Agu 2026, 00:20 WIB

LONDON – Formula 1 (F1) akan menambah jumlah sprint race pada musim 2027. CEO Formula 1 Stefano Domenicali memastikan jumlah balapan sprint akan melebihi enam seri yang digelar pada musim ini, meski F1 tetap ingin menjaga format tersebut sebagai sesuatu yang eksklusif.

Kalender F1 2027 memang belum diumumkan secara resmi. Ketidakpastian masih membayangi sejumlah seri di kawasan Timur Tengah akibat konflik Iran. Namun, Domenicali mengatakan F1 tetap berencana menggelar 24 seri pada 2027, setelah musim 2026 kemungkinan hanya terdiri dari 23 balapan.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan sprint race Formula 1. — Sumber: Formula 1

“Format sprint kami terus mendorong peningkatan jumlah penonton pada hari Jumat dan juga meningkatkan jumlah penonton setiap hari sepanjang akhir pekan balapan,” kata Domenicali kepada para analis, Kamis, setelah Liberty Media merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026.

“Kami berharap dapat menambah jumlah sprint untuk tahun depan dan akan memberikan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.”

Domenicali menegaskan penambahan sprint harus dilakukan secara terukur. F1 tidak ingin menjadikan sprint sebagai agenda rutin di setiap seri karena nilai komersial dan daya tariknya justru terletak pada kelangkaannya.

“Kami ingin melakukannya dengan cara yang tepat. Ini juga memungkinkan kami memastikan bahwa kelangkaan memiliki nilai. Jika secara komersial kami menggelarnya di mana-mana, tentu nilai tersebut tidak akan ada lagi,” ujarnya.

Dalam format saat ini, sprint merupakan balapan dengan jarak lebih pendek dibandingkan grand prix utama. Pemenang sprint memperoleh delapan poin, sementara pembalap lain mendapatkan poin sesuai posisi finis.

Sprint biasanya digelar pada Sabtu pagi. Format tersebut menggantikan sesi latihan kedua pada Jumat, sementara kualifikasi untuk grand prix utama berlangsung pada Sabtu setelah sprint. Balapan utama tetap digelar pada Minggu.

Namun, tidak semua pihak menganggap enam sprint dalam satu musim sudah cukup.

Bos Alpine, Flavio Briatore, bahkan mengusulkan agar sprint digelar pada setiap akhir pekan balapan. Menurutnya, F1 harus memberikan lebih banyak hiburan kepada penonton yang hadir langsung maupun menyaksikan dari layar televisi.

“Saya akan menggelarnya di setiap seri. Kami harus memberikan sesuatu yang lebih kepada penonton. Karena menurut saya, kami tidak melakukan cukup banyak untuk penonton,” ujar Briatore.

Menurutnya, sesi Jumat masih terlalu teknis dan kurang memberikan aksi bagi penggemar. Sprint akan memberikan kesempatan tambahan bagi pembalap untuk bertarung secara langsung.

“Dengan sprint, setidaknya Anda memiliki dua balapan, dua start, dan pembalap benar-benar bertarung untuk sesuatu. Mereka tidak hanya berkendara demi kepentingan teknis dan para insinyur,” katanya.

“Bagi saya, kami membutuhkan sprint race. Kalau ada 24 balapan, saya ingin ada 24 sprint race.”

Pendapatan F1 Menurun

Pembahasan mengenai format sprint muncul ketika Formula 1 menghadapi penurunan pendapatan pada kuartal kedua 2026.

F1 mencatat pendapatan sebesar 764 juta dolar AS atau sekitar Rp12,4 triliun untuk periode tiga bulan yang berakhir pada Juni 2026. Angka tersebut turun 38 persen dibandingkan periode yang sama, terutama karena jumlah balapan yang digelar empat seri lebih sedikit.

Meski demikian, Domenicali menyampaikan kabar positif dari pasar Amerika Serikat. Ia mengatakan kerja sama hak siar dengan Apple telah mendorong peningkatan 13 persen dalam jumlah penonton dan total jam tayangan.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan F1 terus mencari cara untuk meningkatkan daya tarik akhir pekan balapan. Sprint menjadi salah satu instrumen utama yang diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak aksi tanpa menghilangkan status grand prix utama sebagai puncak kompetisi.

Dengan rencana penambahan sprint pada 2027, Formula 1 kini menghadapi tantangan untuk menemukan keseimbangan antara hiburan, nilai komersial, dan karakter eksklusif format tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.